Penyelam Temukan 2 Korban KM Virgo 8 di Bangkai Kapal
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, MAKASSAR--Sosialisasi penanganan HIV/AIDS juga menjadi tanggung jawab tokoh masyarakat dan tokoh agama di setiap wilayah. Hal itu dikemukakan oleh Vocal Point Jaringan Indonesia Positip (JIP) Jaringan dengan Orang HIV di Indonesia, Muh Akbar A.
"Dua tokoh ini merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki kekuatan dalam membantu menyuarakan atau menyosialisasikan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS," ujarnya di sela pertemuan dengan para pihak membahas kampanye pencegahan HIV/AIDS di Makassar, Sabtu (20/4/2019).
Menurut dia, dengan ketokohan dan kharismatik yang dimiliki para tokoh masyarakat dan tokoh agama itu, tentu kepercayaan dan kepatuhan masyarakat untuk mengikuti arahannya masih dapat diperhitungkan.
Sementara untuk mengawal upaya kampanye itu, diakui harus dimulai di tingkat wilayah terkecil yakni kelurahan dengan mengusulkan program dan penganggaran kepada pemeritah setempat, agar dapat bersinergi di lapangan.
Sementara itu, dari hasil diskusi dan pembahasan terkait pencegahan dan penanganan kasus HIV/AIDS di lapangan, terdapat tiga gagasan pokok yakni kampanye pencegahan HIV/AIDS, pengadaan obat pencegah dan monitoring dan advokasi pengadaan ARV (terapi obat bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Ketiga hal itu penting disikapi bersama, khususnya pemerintah selaku pengambil kebijakan, tambah Rosniaty Azis dari Yasmib Sulawesi.
"Jika kebutuhan terkait masalah HIV/AIDS tidak terakomidir dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, maka sama halnya mengabaikan komitmen untuk pembangunan inklusif dalam SDG\'s 2030," katanya.
Masalah lainnya, lanjut konselor ODHA Muh Akbar A dari Yayasan Gaya Celebes pengadaan obat bagi penderita HIV/AIDS di tempat fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, sejak April 2019 tidak lagi menggunakan satu kapsul/tablet per hari, melainkan menjadi empat tablet untuk dua kali sehari.
Menurut dia, fenomena ini akan mempengaruhi kepatuhan minum obat bagi ODHA, sehingga akan menjadi persoalan tersendiri. Karena itu dibutuhkan konselor atau pendamping kesehatan yang lebih kuat mendampingi dan mengadvokasi ODHA.
"Dengan mengangkat semua hal terkait HIV/AIDS mulai dari Musrembang paling bawah yakni di kelurahan, untuk menjadikan ini sebagai gerakan bersama, kami optimistis kasus HIV/AIDS dapat di tekan di daerah ini, bahkan di tingkat nasional," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.