Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersurat untuk para kader partainya. Wakil Ketua Partai Demokrat Syarief Hasan pun membenarkan jika pesan surat tersebut berisi agar seluruh pengurus dan kader untuk waspada adanya situasi yang mengarah kepada konflik pasca Pemilu 2019.
Dalam instruksi SBY, setidaknya ada tiga poin yang terkait soal kegiatan inkonstitusional.
Sebelumnya sempat beredar sebuah pesan di grup-grup Whatsapp. Dalam pesan itu tertulis diberikan oleh Ketum Partai Demokrat untuk Sekjen selaku Pelaksana Tugas Harian PD, Kawanbin PD, Kawanhor PD, Waketum PD Syarief Hasan.
"Benar surat ini," kata Syarief saat dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2019).
Yang pertama, dituliskan dalam pesan itu ialah meminta untuk memantau dari dekat terkait situasi yang terjadi di Indonesia pasca pemungutan suara Pemilu 2019. Seruan itu disampaikan karena melihat perkembangan dari situasi politik pasca Pemilu 2019 yang mengarah kepada membahayakan politik dan keamanan negara.
"Saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air," kata Ketua PD yang ditulis dalam pesan tersebut.
Kemudian pesan yang kedua ditujukan kepada seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat. Ketua PD meminta untuk tidak ikut campur ke dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan Undang-Undang yang ada.
"Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD," ujarnya.
Kemudian pesan yang ketiga ialah apabila terjadi peristiwa yang mengarah kepada konflik, para kader dan pengurus Partai Demokrat harus melapor kepada Ketum PD.
"Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama," pungkasnya.
Berikut pesan dari Ketum Partai Demokrat yang dimaksud:
Dari : Ketum PD
Kepada :
1. Sekjen selaku Pelaksana Tugas Harian PD
2. Kawanbin PD
3. Kawanhor PD
4. Waketum PD Syarief Hasan
Tembusan : Dankogasma PD
1. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.
2. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.
3. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.
4. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.