TKN: Survei Lembaga Asal AS yang Menangkan Prabowo Aneh

Kampanye Prabowo Subianto di Stadion Kridosono, Kota Jogja, Senin (8/4/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 April 2019 16:17 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hasil survei lembaga Precision Public Policy Polling (PPPP) asal Amerika Serikat yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 dianggap aneh oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Juru Bicara Milenial TKN Syafril Nazirudin mengatakan survei PPPP mengandung anomali karena berbeda dengan mayoritas hasil survei. Menurut dia, sebagian besar lembaga survei menyatakan mayoritas masyarakat puas dengan pemerintahan Jokowi di periode pertama.

"Kemudian tingkat elektabilitas yang memenangkan Prabowo merupakan hal yang menyesatkan. Saya lebih percaya kepada lembaga-lembaga yang memiliki kredibilitas dan reputasinya jelas," tutur Syafril kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Selasa (9/4/2019).

Menurut Direktur Operasi PPPP Djokovic Martinez, dari hasil survei lembaganya, responden cenderung memilih penantang petahana yakni Prabowo. Ada 58% responden menyatakan Indonesia dikelola secara buruk oleh pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Survei itu juga menyebut 54% resonden menginginkan presiden baru. Responden yang masih menginginkan Jokowi kembali menjadi jadi presiden sebesar 37%, sementara 9 % responden tidak memberikan jawaban.

Survei PPPP disebut dilakukan kepada warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu 2019. Wawancara dilakukan 22 Maret-4 April 2019 dengan jumlah responden 3.032 dari 800.091 TPS di 499 kabupaten / kota di 34 provinsi.

Responden dipilih acak dan dilakukan melalui telepon menggunakan profesional- staf peneliti survei terlatih (agen langsung) dari pusat panggilan telepon PPPP di Jakarta. Adapun margin of error sebanyak +/- 1,78% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia