Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Presiden Joko Widodo di Banten. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA--Calon Presiden (Capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) mengaku santai bila mendapat pertanyaan soal pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di acara debat keempat Pilpres 2019 yang digelar, malam ini.
Sebelum menghadapi rivalnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jokowi sempat mengajak para cucuknya makan siang di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).
"Ya, kami akan jawab nanti ya [bila disinggung pembubaran HTI]," kata Jokowi di lokasi.
Jokowi pun mengaku tak banyak melakukan persiapan apapun untuk menghadapi Prabowo dalam debat. Menurutnya dengan tema-tema yang disajikan sudah menjadi kesehariannya selama menjabat presiden 4,5 tahun pada periode pertama.
Debat ke-4 malam ini, akan diselenggarakan di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019) malam, sekitar pukul 08.00 WIB. Tema debat yang akan dibahas ialah ideologi, pemerintah, pertahanan/keamanan, dan hubungan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Hutan lereng Merapi sisi selatan memiliki medan lebat dan terjal. Tim SAR mengimbau warga tidak masuk hutan seorang diri.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ini tahapan pemilihannya.
Ondrej Rudzan membidik starting XI PSIM Jogja. Bek Republik Ceko itu siap bermain di posisi apa pun demi membantu tim meraih kemenangan.
DPRD DIY menyoroti kesiapan SAR menghadapi bencana. Basarnas Jogja memiliki 117 personel dan belum punya alut untuk operasi SAR di tengah laut.
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana