Ternyata Ada Beda Makna Antara Foto Surat Suara Pemilu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kiri), Bendahara Partai Hanura Zulnahar Usman (kedua kanan) dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) memperlihatkan contoh surat suara Pilpres 2019 saat Kampanye Terbuka di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). - Antara
26 Maret 2019 09:47 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, Selasa (26/3/2019) mengungkap ada pesan terselubung dari desain foto Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin pada surat suara pemilu 2019.

Menurut Hasto, Jokowi-Ma'ruf ingin menunjukkan dan menegaskan komitmen mengedepankan politik kebenaran dalam desain surat suara. Karena itu, pada surat suara pemilu 2019 Jokowi-Ma'ruf mengenakan pakaian serba putih.

"Putih adalah cermin kebersihan nurani yang menyebabkan alam pikir berkreasi dan berdaya cipta dengan segala sesuatu hal yang baik. Sebaliknya, hitam adalah simbol politik hoaks, politik fitnah, yang selama ini selalu menyerang Jokowi-KH Ma'ruf Amin,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Berbeda dengan Jokowi-Ma'ruf yang mengenakan seragam serba putih, pada desain surat suara pemilu 2019, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengenakan setelan jas berwarna hitam.

Hasto mengatakan, karena alasan itu, maka dalam setiap kampanye Jokowi selalu mengatakan bahwa “Putih adalah Kita.”

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini meminta setiap Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) dan saksi serta seluruh simpatisan dan pendukung terus bergerak dengan baju putih a la Jokowi dan putih ulama seperti Ma'ruf.

"Putih tidak bisa dipakai oleh orang yang berkelakuan hitam. Apa itu kelakuan hitam? Fitnah, bicara tanpa budi pekerti, hoax dan berbagai bentuk racun peradaban yang anti kemanusiaan,” tuturnya.”

Sumber : Bisnis.com