Golput Akan Banyak Rugikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) usai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
19 Maret 2019 19:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Lingkaran Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis hasil kajian terbaru mengenai golongan putih (golput) atau ke;lompok pemilih yang enggan menggunakan hak suara mereka. Golput akan banyak merugikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Arya Bima mengatakan keyakinan pemilih masih berubah-ubah sampai hari pemungutan suara.

“Golput kan nanti pada saat pencoblosan. Proses debat proses kampanye ini tentunya akan memengaruhi golput yang sadar tidak menggunakan hak,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Bima menjelaskan KPU harus bekerja lebih giat lagi dalam berkampanye untuk menekan angka golput. KPU juga perlu memberikan kemudahan bagi warga yang pindah memilih. 

Berdasarkan catatan LSI di lapangan, masih banyak pemilih yang belum memahami proses perpindahan tempat memilih. Sosialisasi pindah tempat pemungutan suara ini masih terlalu rumit dan tidak memberi ruang.

“Keinginan kami bagaimana setiap hak itu bisa dipakai oleh yang bersangkutan, dimudahkan. [Kerumitan pindah memilih] bisa berdampak golput karena pengurusannya yang terlalu berbelit belit,” jelasnya.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan Jokowi-Ma'ruf akan dirugikan apabila kategori minoritas, muslim, wong cilik, emak-emak, dan milenial banyak yang golput.

Sementara itu kubu Prabowo-Sandi yang hanya akan dirugikan apabila suara golput berasal dari kategori terpelajar.

Alasan mereka golput bermacam-macam. Ada yang berada di tempat karena berlibur, bepergian untuk ibadah, merasa tidak aman saat hari pemilihan, masih banyak yang kurang informasi terkait pemilu, merasa rugi apabila meninggalkan pekerjaan, sampai masalah kesulitan pindah memilih.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia