Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Akan Terus MEningkat

Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) memberikan keterangan terkait hasil Special Ministerial Committe Meeting of The International Tripartite Rubber Council (ITRC) di Jakarta, Senin (25/2/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
09 Maret 2019 13:50 WIB Puput Ady Sukarno News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis cadangan devisa akan terus meningkat. Dia bahkan meyakini cadangan devisa bisa menyentuh ke level US$130 miliar pada akhir tahun ini.

Darmin menjelaskan optimisme tersebut juga harus didukung oleh kondisi arah perekonomian global setahun ke depan ini. Apalagi, diakuinya saat ini kondisi ekspor Indonesia belum begitu pulih.

"[Cadangan devisa kita bisa kembali ke US$130 miliar?] Iyah, tapi tergantung dunia ini kayak apa. Tetapi, arahnya membaik, artinya ya masih bisa lah," ujarnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (8/3/2019) sore. 

Oleh sebab itu, pihaknya pun akan terus berusaha keras menggenjot ekspor Tanah Air, di tengah kondisi ekspor yang memang masih belum begitu pulih saat ini, agar semakin banyak menghasilkan devisa.

Kendati dirinya juga mengakui bahwa untuk menjadikan kondisi ekspor Indonesia kembali pulih dan bahkan lebih baik, bukan sesuatu hal yang mudah untuk diwujudkan dalam waktu singkat.

"Artinya ditengah kondisi ekspor kita yang belum begitu pulih itu juga akan terus kita upayakan, ya walaupun itu juga bukan barang yang mudah dalam jangka yang pendek. Tapi kalau bicara soal devisa kan banyak cara lain juga selain itu," ujar Darmin.

Sebelumnya diketahui bahwa Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia tercatat melonjak US$3,2miliar menjadi US$123,3 miliar pada akhir Februari 2019 dari posisi US$120,1 miliar pada akhir Januari 2019. 

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. 

"Peningkatan cadangan devisa pada Februari 2019 terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya," ujar Junanto, Jumat (8/3/2019). 

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.  

Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia