Warga Gunungkidul Turut Jadi Korban Keracunan di Perairan Dabo

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
05 Maret 2019 06:17 WIB Rahmat Jiwandono News Share :

Harianjogja.com, PLAYEN--Try Yanto, 25, merupakan warga Dusun Dengok IV RT 01/RW 04, Desa Dengok, Kecamatan Playen yang turut menjadi korban dalam insiden keracunan. Dia adalah salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Agung Mina Samudra yang meninggal akibat keracunan di perairan Dabo, Kepulauan Aru, Papua.

Sebelumnya, kejadian nahas tersebut terjadi, pada Sabtu (2/3/2019) KM Agung Mina Samudra sedang melaut untuk mencari ikan di perairan Dobo, Kepulauan Aru, Papua. Saat empat korban sedang bekerja membersihkan sisa-sisa ikan dan bercampur dengan air di dalam palka atau tempat penyimpanan ikan yang hendak dipakai untuk menaruh ikan hasil tangkapan, seketika itu korban langsung pingsan dan tidak sadarkan diri.

Mengetahui keempat ABKnya pingsan, wakil nahkoda langsung melarikan ke empat ABK yang pingsan dan segera menuju ke pulau terdekat untuk mendapatkan perawatan secara medis. Nyawa keempat korban meninggal dunia saat dalam perjalanan sebelum sampai di pulau terdekat.

Kepala Desa (Kades) Dengok, Suyanto mewakili keluarga mengatakan, informasi meninggalnya Try Yanto diperoleh dari jajaran Satpol Air Polres Pati 5, Jawa Tengah pada Minggu (3/3/2019) malam. “Sekitar pukul 19.30 WIB, petugas Satpol Air bersama pemilik kapal KM Agung Mina Samudra mendatangi kediaman almarhum dengan membawa kabar duka atas meninggalnya Try Yanto” kata Suyanto, Senin (4/3/2019).

Saat ini pihak keluarga tengah menunggu kepulangan jenazah. Hingga saat ini jenazah pagi masih berada di Kepulauan Aru, Papua.

Dia menyatakan, pemilik kapal siap bertanggungjawab sepenuhnya untuk mengurus kepulangan jenazah. "Rencananya korban dibawa pulang menggunakan pesawat terbang tujuan bandara Ahmad Yani di Semarang, diperkirakan sampai sini pada Rabu (6/4/2019),” ucapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, keempat ABK tersebut adalah warga Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, warga Desa Ngening, Kecamatan Batangan, warga Desa Ngerang, Kecamatan Juwana dan seorang lagi warga Kabupaten Gunungkidul.