2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Free style oleh aparat Polres Magelang dalam acara Car Free Day, di Lapangan Soepardi Kota Mungkid, Minggu (3/3/2019). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG—Polres Magelang bekerjasama dengan PWI Kabupaten Magelang menggelar kegiatan Car Free Day di Jalan Soekarno Hatta, Minggu (3/3/2019). Kali ini, mereka mengangkat tema \'Milenial Road Safety Festival\' yang bertujuan untuk mengajak generasi milenial (generasi muda) khususnya di Kabupaten Magelang untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.
Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, dalam acara Car Free Day yang dipusatkan di Lapangan Soepardi Kota Mungkid menyebutkan saat ini angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh generasi muda. Pasalnya, angka kecelakaan yang berakibat fatal hampir 30% disumbangkan oleh generasi milenial tersebut.
"Kita berharap dengan adanya acara ini, mereka bisa menjadi agen-agen perubahan yang membawa dampak baik bagi teman-temannya," ujar Yudi, di sela kegiatan.
Guna menekan kecelakaan tersebut, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya seperti, kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah mengenai safety riding. Ia menyebutkan bahwa, angka kecelakaan yang disebabkan oleh generasi milenial di Kabupaten Magelang pada tahun 2018 lalu sejumlah kurang lebih mencapai 100 kasus. Dari jumlah tersebut, laka berat hampir 50%, didominasi oleh generasi milenial.
Menurut Yudi, kecelakaan yang disebabkan oleh generasi milenial tersebut karena kurangnya kesadaraan mengenai keselamatan lalu lintas, diantaranya tidak menggunakan perlengkapan dalam berkendara, tidak hati-hati di jalan (kebut-kebutan), bahkan ada yang belum memiliki SIM.
"Salah satu penyebabnya juga karena masih banyak yang belum memiliki SIM dalam berkendara," ungkap Yudi.
Bupati Magelang yang diwakili oleh Wakil Bupati Magelang, Edy Cahyana mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut, yang memberikan edukasi kepada masyarakat umum untuk lebih mempedulikan keselamatan dalam berkendara.
Dalam kegiatan tersebut, juga turut dimeriahkan oleh penampilan para anggota Lantas Polres Magelang saat melakukan free style (atraksi) dengan menggunakan motor Patwal. Selain itu, masyarakat juga dihibur dengan penampilan musik dangdut dan berbagai doorpize menarik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.