Advertisement

Getol Melawan Polisi, Pegiat HAM Tewas karena Aborsi

Newswire
Kamis, 14 Februari 2019 - 16:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Getol Melawan Polisi, Pegiat HAM Tewas karena Aborsi Ilustrasi aborsi. - Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, KENYA--Seorang pegiat hak asasi manusia (HAM), Caroline Mwatha, yang selalu tampil melawan polisi dan pembunuhan di luar pengadilan di Kenya telah ditemukan meninggal. Dia ditemukan setelah enam hari menghilang.

Menurut penyelidik kepolisian pada Selasa (12/2/2019), ia menghilang di Dandora, daerah miskin di Nairobi. Di ibu kota Kenya itu, ia tinggal dan mengampanyekan penentangan terhadap perlakuan tak manusiawi di dalam tahanan polisi di negara Afrika Timur itu.

Direktorat Investigasi Kejahatan Kenya (CID) mengatakan dalam satu pernyataan bahwa Mwatha meninggal dalam percobaan pengguguran kandungannya yang berumur lima bulan, dan enam orang ditahan.

Media lokal melaporkan ia menghilang pada 6 Februari dan CID menyatakan pihaknya mulai melakukan penyelidikan dua hari kemudian. Tim penyelidik menemukan petunjuk bahwa Mwatha sebelumnya menjalin pembicaraan terkait dengan usaha untuk menggugurkan kehamilannya yang berusia lima bulan.

Para penyidik meyakini Carolina meninggal di klinik dan jasadnya dipindahkan ke kamar mayat kota Nairobi. Menurut keterangan, mereka yang membawa jasadnya ke tempat penyimpanan mayat memberikan nama palsu bagi mendiang.

Pernyataan CID tidak menjelaskan mengapa keenam orang itu ditangkap, tetapi mengatakan kelompok itu termasuk pemilik klinik tempat aborsi dilakukan, anaknya, seorang dokter yang terlibat dalam proses tersebut serta seorang pengemudi taksi. Menurut CID, penyelidikan masih terus dilakukan.

Mwatha bekerja untuk Pusat Keadilan Komunitas Dandora, yang mendokumentasikan perkara-perkara pembunuhan ektra yudisial oleh personel keamanan di kawasan itu dan memperjuangkan keadilan bagi para korban.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Duh, hingga September, Angka Demam Berdarah di Sleman Tembus 236 Kasus

Sleman
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement