Kapolda DIY Minta Kasus Agni Jangan Lagi Dibesar-besarkan

Para mahasiswa aksi solidaritas Kita Agni melakukan audiensi di Balairung UGM setelah melakukan orasi di depan gedung rektorat, Kamis (29/11/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
06 Februari 2019 08:25 WIB David Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dugaan pemerkosaan yang menimpa Agni, mahasiswa Fisipol UGM saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Maluku 2017 berakhir damai. Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri mengatakan persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan karena keduanya sudah berdamai.

“Ini sendiri laporannya belum ada. Memang kami diminta bantuan UGM untuk menyelidiki,” kata Dofiri seusai meresmikan Masjid Baiturrahman di Polres Gunungkidul, Selasa (5/2/2019).

Menurut dia, adanya kesepakatan kedua belah merupakan solusi yang terbaik. Terlebih lagi, sambung Dofiri, dari sisi kasus juga tidak ada perkosaan maupun pelecehan seksual dan hanya sebatas kesalahpahaman semata. “Kalau berdamai itu bagus dan sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ungkapnya.

Dofiri menekankan dengan adanya kesepakatan ini, maka tidak ada lagi yang perlu dibesar-besarkan. “Keduanya sudah sepakat berdamai terus ngapain dibesar-besarkan,” katanya.