Viral #YangGajiKamuSiapa, BPN: Bawaslu Bubar Saja

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
01 Februari 2019 15:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Saat ini, warganet sedang dihebohkan dengan #YangGajiKamuSiapa. Hal ini bermula dari sebuah video berisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara yang meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memilih di antara dua stiker sosialisasi Pemilu 2019.

Saat ASN itu memilih stiker nomor dua, Rudiantara malah bertanya 'yang gaji Ibu siapa sekarang?'.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga , Ferdinand Hutahaean menanti perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terhadap Menkominfo Rudiantara karena dugaan pelanggaran pemilu. Dirinya meminta Bawaslu bubar jika tidak bisa adil dalam menindak pelanggaran.

"Kita tunggu @bawaslu_RI besok harus memproses dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan oleh @rudiantara_id," cuit Ferdinand dalam akun Twitternya Kamis (31/1/2019).

Ferdinand juga memperingatkan Bawaslu untuk tetap netral dalam menjalankan tugasnya tanpa melihat jabatan Rudiantara sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Apabila Bawaslu tidak menganbil tindakan, dirinya meminta Bawaslu lebih baik untuk membubarkan diri.

"Jika Bawaslu diam, maka memang sebaiknya Bawaslu bubar saja, tidak usah awasi pemilu ini karena kalian memang tak adil. Biarkan rakyat mencari keadilan dengan cara mereka sendiri kelak.!!," pungkasnya.

Untuk diketahui, Video berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan, Rudiantara meminta seorang ibu yang tidak diketahui namanya itu untuk memilih di antara dua stiker sosialisasi Pemilu 2019. Setelah sang Ibu memilih salah satu Paslon, Menkominfo pun memberikan pertanyaan.

"Ibu kenapa memilih nomor ini," tanyanya.

Kemudian sang Ibu menjawab.

"Bismillahirrohmannirrohim, mungkin terkait keyakinan aja Pak. Keyakinan atas visi dan misi yang disampaikan nomor dua," kata sang Ibu.

Setelah sang Ibu menjawab, dia pun turun panggungn.

"Baik, makasih," kata Menkominfo.

Tidak lama kemudian, Rudiantara pun kembali bertanya.

"Bu.. Bu.. Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Bukan keyakinan Ibu? Ya udah makasih," tanyanya.

Jawaban Kominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara seketika menjadi pusat pemberitaan di sejumlah media nasional seiring dengan ucapan 'yang gaji kamu siapa' dalam acara internal Kemenkominfo yang berlangsung di Hall Basket Senayan, Jakarta, pada Kamis (31/1/2019).

Kemarin, lelaki yang akrab disapa Chief RA itu didapuk memberikan sambutan kepada tamu undangan yang didominasi karyawan Kemenkominfo. Ia lantas menjalin interaksi dengan para karyawan tentang sosialisasi Pemilu untuk Gedung Kemenkominfo lewat jalur voting. Saat itu, Rudiantara mengambil contoh berupa dua desain. Desain merah diberi nomor satu, dan putih untuk nomor dua.

Mulanya, sesi tersebut disambut antusias para karyawan dan berjalan interaktif, sampai akhirnya Rudiantara meminta seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) maju ke atas panggung untuk menyampaikan pendapatnya. Tidak disangka, ASN tersebut justru mengasosiasikan penomoran desain itu sebagai pilihan politik untuk Pemilihan Presiden, April mendatang.

Saat itu, Menkominfo berasumsi mengapa ASN yang digaji rakyat atau pemerintah menyalahgunakan kesempatan untuk menunjukkan sikap tidak netralnya di forum umum. Puncaknya, konteks inilah yang memicu Rudiantara melontarkan pertanyaan, “Yang Gaji Ibu Siapa?”

Agar masyarakat tidak berspekulasi perihal pernyataan Rudiantara, Kemenkominfo langsung memberikan pernyataan resminya. Menurut Kemenkominfo, apa yang dilakukan Rudiantara sebenarnya tidak merujuk pada Pemilu, melainkan murni untuk pemilihan desain stiker Sosialisasi Pemilu yang akan dipasang di Gedung Kemenkominfo.

Rudiantara sebenarnya ingin menegaskan bahwa ASN digaji oleh negara yang dikumpulkan dari pajak masyarakat, sehingga ASN seharusnya mengambil posisi netral dan tidak menunjukkan keberpihakan terhadap salah satu capres di hadapan umum.

Sebagai upaya memperkuat argumen tersebut, pihak Kemenkominfo juga mengklaim bahwa sebelumnya Rudiantara dengan gamblang menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitannya dengan Pemilu. Bahkan, penegasan tersebut terhitung diucapkan sampai empat kalimat, sebelum memanggil ASN tersebut ke panggung.

Selain itu, Kemenkominfo juga menyebut bahwa dalam zooming video hasil rekaman, ekspresi Rudiantara menyiratkan rasa terkejut dengan jawaban ASN tersebut.

Sebelum melontarkan pertanyaan "Yang Gaji Ibu Siapa?" Chief RA juga diklaim Kemenkominfo sudah berusaha meluruskan maksud dan tujuan pemanggilan ASN tersebut ke panggung. Namun, sang ASN disebut tidak berusaha menjawab substansi pertanyaan, bahkan setelah pertanyaannya dielaborasi lebih lanjut oleh Menkominfo.

Sementara itu, Kemenkominfo menyesalkan beredarnya potongan-potongan video yang sengaja dilakukan oknum tidak bertanggung jawab untuk memutus konteks masalah dan tidak menggambarkan peristiwa secara utuh.

Sedangkan Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengucapkan, informasi yang bisa disampaikan baru sebatas itu.

"Untuk sementara, cukup ini dulu," tutup pria yang akrab disapa Nando itu via pesan instan kepada Suara.com, Jumat pagi (1/2/2019).

Sumber : Suara.com