Kapolri Rahasiakan Daerah Rawan Konflik di Pemilu 2019

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian - ANTARA/Wahyu Putro A
30 Januari 2019 02:25 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian sudah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi rawan konflik horizontal selama proses Pemilu 2019.
 
Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut merahasiakan daerah yang dinilai berpotensi rawan konflik pada Pemilu 2019. Namun, Tito menyebutkan salah satu daerah yang rawan konflik tersebut ada di Provinsi Papua baik pada saat Pileg maupun Pilpres 2019 nanti.
 
"Karena itu kami akan sinergikan kekuatan TNI-Polri di daerah masing-masing dengan rayon masing-masing dan kita akan gunakan kekuatan TNI-Polri," tuturnya, Selasa (29/1).
 
Menurut Tito, potensi konflik horizontal tersebut bisa muncul sebelum maupun setelah penyelenggaraan Pemilu 2019, terutama setelah pengambilan suara. Dia mengatakan TNI-Polri tidak hanya akan serius melakukan pengamanan pada Pilpres 2019, namun juga pada Pileg 2019.
 
"Penekanan pengamanan kita bukan hanya Pilpres saja ya, tetapi juga Pileg. Pencegahan nomor satu. Kalau ada aksi yang anarkis, kita akan tegakkan hukum," katanya.
 
Tito mengatakan untuk menyamakan persepsi dan visi dalam mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019, Polri dan TNI juga telah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2019 untuk mendukung pengamanan pesta demokrasi di Indonesia.
 
"Jadi Rapim ini adalah Rapim TNI-Polri diawal tahun 2019 dalam rangka menyamakan persepsi untuk menjaga situasi Kamtimbas di tahun 2019 dan agenda utama adalah Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada April nanti," ujarnya.
 
 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia