Klarifikasi Soal Netralitas yang Diragukan, Ira Koesno Ungkap 2 Bukti Ini

Ira Koesno ( berambut panjang di tengah) dipilih menjadi moderator debat Pilpres 2019 putaran pertama, Kamis (15/1). - Instagram @irakoesnocom
17 Januari 2019 19:37 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Debat perdana Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilihan Umum 2019 akan digelar kamis (17/1/2019) malam. Moderator debat  Pilpres 2019  putaran pertama Ira Koesno menjawab keraguan sejumlah pihak soal netralitas saat memandu debat capres putaran pertama dengan pasangan calon presiden/wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lewat akun Instagram-nya @irakoesnocom yang dipantau pada Kamis (15/1/2019), Ira Koesno mempersilakan untuk mengecek rekam jejaknya.

’’Silakan cek rekam jejak saya, apakah dalam 5 tahun terakhir ini saya membantu partai politik? Saya lebih banyak membantu korporasi dan tidak masuk ranah politik. Itu yang pertama. Yang kedua, kalau dibilang perusahaan saya mengambil proyek-proyek pemerintah, itu tidak sepenuhnya benar, klien saya juga banyak yang merupakan perusahaan swasta,’’ kata Ira.

Ira juga mengimbau setiap masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2019. Bagaimana dengan preferensi atau pilihan politik Ira sendiri?

 ’’Setiap orang pasti punya preferensi. Termasuk saya. Tapi ke arah mana preferensi itu, hanya saya dan Tuhan yang tahu,’’ ujar Ira  usai rapat koordinasi persiapan Debat bersama para panelis dan pihak KPU di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Ira Koesno dan Imam Priyono terpilih menjadi moderator debat capres 2019 putaran pertama. Ini bukan pengalaman bagi Ira untuk memandu debat capres. Pada Pilpres 2014, Ira juga menjadi moderator debat.

Kala itu, pasangan calon presiden dan wakil presiden adalah Jokowi-Jusuf Kalla, dan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa.

Pilpres 2014 dimenangkan Jokowi-Jusuf Kalla. Kali ini, Ira juga memandu debat capres 2019. Apakah ini kembali menjadi keunggulan bagi Jokowi?

Sumber : Bisnis.com