Advertisement
Jokowi Siap Bicara Fakta, Sandi Ajak Kaum Milenial Aktif
Calon Presiden dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan nomor urut pasangan calon untuk pemilihan Presiden 2019, di kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Darren Whiteside
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) siap berdebat dengan berdasarkan data dan fakta. Sementara Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menginginkan kaum milenial tidak hanya menjadi penonton dari adanya bonus demografi.
"Ya tentu saja kalau ngomong mestinya dengan data, ngomong itu dengan fakta-fakta. Dan yang paling penting rencana ke depan seperti apa. Yang penting kan itu," katanya seusai menghadiri Program Wirausaha ASN dan Pensiunan di Sentul, Rabu (16/1/2019).
Advertisement
Untuk debat perdana Capres-Cawapres yang akan dilangsungkan besok Kamis (17/1/2019) Jokowi mengaku tidak ada persiapan khusus. Dia hanya mempersiapkan diri agar bisa menjawab sesuai tema.
Jokowi juga tidak khawatir dengan pasangannya Ma'aruf Amin yang baru pertama kali maju debat Capres-Cawapres.
BACA JUGA
"Pak kyai kan hampir tiap hari juga memberikan kultum memberikan tausyiah, memberikan khotbah. Ya kita datang saja. Kalau ada tanya, ya dijawab," ujarnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan debat perdana yang mengangkat tema Penegakan Hukum, Pemberantasan Korupsi, Hak Asasi Manusia (HAM) dan Penanggulangan Terorisme.
Sementara menjelang debat, Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) masih memanfaatkan waktu untuk menyambangi masyarakat di Banten. Ia mengharapkan kalangan milenial di Tanah Air dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan cara menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja.
Berbicara dalam diskusi dengan para milenial di Warung Up Normal, Tangerang Banten pada Selasa sore hingga malam hari (15/01/2019), Sandi mengemukakan pada tahun 2020 Indonesia akan mendapatkan berkah dengan bonus demografi.
"Ini bisa menjadi kekuatan, tetapi bisa juga menjadi beban jika para milenial hanya menjadi penonton, bukan pemain," katanya dalam pernyataan pers Media Center Prabowo-Sandi yang diterima Bisnis, Rabu (16/01/2019).
Dalam berbagai referensi, generasi milenial merupakan generasi muda yang berusia di antara 18 sampai dengan 38 tahun. Menurut Sandi, milenial bonus demografi tersebut bisa membuat Indonesia gemilang di tahun -tahun mendatang.
Milenial harus mempunyai niat dan ketetapan hati memberikan pengaruh positif pada ekonomi negeri ini yang sedang tidak baik, jangan menjadi penonton menyaksikan negeri tercinta diserbu pekerja asing. "Kita harus menjadi pemain. Milenial harus menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Comeback Seringai! Dua Lagu Baru Siap Rilis Pekan Ini
- Mazda Siapkan Pikap Listrik 600 HP, Pakai Basis Deepal
- Pemkab Bantul Belum Terapkan WFH, Nilai Belum Efektif Hemat Energi
- Dean James Dicoret dari Timnas untuk FIFA Series 2026, Ini Alasannya
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Ledakan Petasan di Blora Tewaskan Bocah 10 Tahun Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement








