Advertisement
MUI Sesalkan Sikap Tiongkok yang Tertutup Soal Penindasan Muslim Uighur
Logo MUI. - Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan ketertutupan pemerintah Tiongkok terhadap persoalan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis minoritas Uighur yang banyak tinggal di Provinsi Xinjiang.
"MUI menyesalkan adanya informasi tentang tindakan sewenang-wenang pihak pemerintah Tiongkok terhadap Muslim Uighur," kata Ketua MUI Pusat Abdullah Jaidi di Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Advertisement
Dia menambahkan hingga kini Tiongkok tidak memberikan klarifikasi soal dugaan tindakan represif terhadap Uighur. Tiongkok menuding etnis Uighur melakukan tindakan separatis.
Laporan menyebutkan Tiongkok melakukan tindakan represif terhadap etnis Uighur karena dianggap melakukan aksi separatis. Tetapi, Abdullah menyayangkan Tiongkok yang tidak memberi keterangan jelas soal kebijakannya bagi Uighur.
"Uighur ini infonya melawan pemerintah, yang disayangkan Tiongkok tidak klarifikasi secara jelas kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia. Tidak ada kejelasan itu maka berbagai pihak menyampaikan kondisi riil yang memicu kepedulian Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia," jelas dia.
Menurut dia, dari sejumlah laporan lembaga internasional kebebasan beragama Uighur juga dibatasi Tiongkok. Tindakan tersebut bertentangan dengan HAM.
Dia mengatakan "International Convenant on Social and Political Rights" menegaskan kebebasan beragama adalah hak dasar bagi segenap manusia.
"Muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk di provinsi Xinjiang memiliki kebebasan yang mesti dijamin negara untuk menjalankan ajaran agamanya," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPPTKG Tegaskan Aktivitas Gunung Merapi Normal Setelah Gempa Pacitan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Alex Marquez Pimpin Catatan Waktu Tes MotoGP Malaysia
- 54 Ribu Peserta PBI BPJS di Gunungkidul Dinonaktifkan Awal 2026
- Adies Kadir Tegaskan Mundur dari Perkara Golkar di MK, Ini Alasannya
- Kasus Restitusi Pajak, KPK Tahan Kepala KPP Madya Banjarmasin
- Longsor Tambang di Jatinom Klaten, Satu Kru Truk Tewas Tertimbun
- Kemiskinan Indonesia Menyusut, BPS Catat Turun 490 Ribu Orang
- Pegadaian Klarifikasi Kelangkaan Emas Fisik di Sejumlah Gerai
Advertisement
Advertisement



