BPS Ungkap Arti Desil DTSEN, Bukan Ukuran Mutlak Kemiskinan
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di Istora Senayan, kamis (22/11/2018). /Suara.com-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com, JAKARTA- Beberapa sopir ojek online mengusulkan Calon Presiden Prabowo Subianto mendapatkan gelar bapak ojek online.
Usulan itu diutaran saat ribuan relawan hadiri acara pembekalan relawan pendukung Capres - Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Terdapat sejumlah pengemudi ojek online yang turut hadir menjadi pendukung pasangan Capres - Cawapres nomor urut 02 tersebut.
Mereka yang hadir dalam tersebut pun bangga mengenakan jaket khas pengemudi ojek online. Ketika ditanya apakah tersinggung dengan ucapan Prabowo yang sempat menyebut kalau masa depan anak muda Indonesia hanya akan menjadi pengemudi ojek online, mereka pun membantahnya.
"Kami tidak tersinggung, justru kami sebagai ojek online terharu kenapa Pak Prabowo yang memperhatikan minimnya lapangan pekerjaan untuk anak-anak Indonesia. Harusnya pemerintah memikirkan kenapa lulusan SMA jadi tukang ojek," kata salah satu pengemudi ojek online Eko Prasetyo saat acara.
Bukannya tersinggung, justru Eko serta pengemudi ojek online lainnya berterima kasih kepada kepedulian Prabowo kepada profesinya. Mereka pun ingin Prabowo menjadi Bapak Ojek Online.
"Justru kami ingin Pak Prabowo ini dijadikan sebagai Bapak ojek online," ujarnya.
Dengan kehadiran mereka di acara pembekalan relawan, para pengemudi ojek online itu mengaku siap mendukung Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019. Bahkan mereka pun siap untuk mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari pemungutan suara pada April 2019.
Untuk diketahui, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sedih saat melihat ada meme yang merendahkan perjalanan karir anak bangsa. Dalam meme itu, yang dilihat Prabowo ialah jalur karir anak bangsa yang berawal dari sekolah dasar namun berakhir menjadi supir ojek.
Prabowo sempat menunjukkan meme itu saat berpidato di acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018). Dalam meme itu ditunjukkan alur karir anak muda Indonesia. Alur itu digambarkan dengan sebuah topi yang diawali dengan topi SD, SMP, SMA dan berakhir dengan helm berwarna hijau.
"Ini adalah meme yang sedang tersebar di internet. Jalur karir seorang anak muda Indonesia. Yang paling kanan adalah topi sekolah dasar, topi sekolah menengah pertama dan setelah dia lulus dari sekolah menengah atas, dia menjadi supir ojek, ini adalah realita yang kejam," kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi perang skala penuh di tengah sanksi baru Amerika Serikat.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kadet perempuan Muslim Unhan dapat mengenakan hijab selama menjalani pendidikan.
Tito Karnavian mengaku belum tahu isu Haji Isam ditunjuk membantu memadamkan karhutla di Kalimantan. Pemerintah membuka ruang bagi swasta.
Pakistan dan Iran membahas upaya menghidupkan kembali perundingan langsung dengan AS di tengah dorongan mediator mengakhiri perang.
Kemenkes menyebut 3 juta warga terpapar asap karhutla. Masyarakat diminta memakai masker dan rutin memantau kualitas udara.