Prabowo Minta Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Petugas kepolisian melakukan pengamanan terhadap tersangka berinisial HS seusai rilis kasus pembunuhan satu keluarga, di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018)./Antara-Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA- Proses rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat beberapa waktu lalu mengungkap apa yang menjadi pemicu tewasnya empat orang dalam kasus tersebut.
Kepala Unit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward mengatakan pemicu Haris Simamora nekat menghabisi nyawa keluarga Diperum Nainggolan alias Gaban lantaran kesal karena merasa dilecehkan melalui perkataan yang disampaikan korban.
Diketahui, Gaban sempat berbicang bersama sang istri, Maya Ambarita mengenai Haris yang ingin menginap. Diperum mengatakan pada Maya jika sang kakak, Douglas Nainggolan tak setuju atas kehadiran Haris di rumah tersebut.
"Tersangka HS ngobrol bersama Diperum dan Maya sambil nonton TV di ruang tamu. Saat ngobrol, HS mendengar perkataan tidak enak dari Diperum," kata Malvino saat prarekonstruksi di Polda Metro Jaya, Senin (19/11/2018).
Emosi Haris membuncah seusai Diperum berkata dalam bahasa Batak yang menyebut jika dirinya seperti sampah dan pantas untuk tidur di belakang.
"Diperum bilang ke HS dengan bahasa Batak, kamu tidur ke belakang aja, kayak sampah kamu," tutur Malvino.
Emosi memuncak, akhirnya muncul niatan dari Haris untuk menghabisi nyawa pasangan suami istri tersebut. Pria 23 tahun tersebut lantas mengambil linggis yang berada di dapur tepatnya di kotak perkakas yang berada di bawa wastafel.
Haris akhirnya memukul kepala Diperum dan Maya yang sedang berada di ruang tamu. Tak hanya itu, Haris juga menusuk leher Maya menggunakan ujung linggis dan kembali memukul kepala Diperum. Detik-detik pembunuhan itu juga diperagakan Haris saat prarekonstruksi itu dilaksanakan pihak kepolisian.
Aksi pemukulan pasangan suami istri itu diperagakan tersangka dan peran pengganti pada adegan ke 11 hingga ke 17.
"Adegan ke 11, tersangka HS memukul keras 1 kali kepala bagian atas kepala Diperum. Adegan ke 12, korban terjatuh. Adegan ke 13, Maya sempet terbangun, dan dipukul kepalanya. Adegan ke 14, Maya sadar dan terbangun kemudian kembali dipukul 2 kali pakai linggis di bagian kepalanya," ungkap Malvino.
"Adegan ke 15, kedua korban udah tidak bergerak. Sementara Daperum dipukul lagi dua kali. Adegan ke 16, Daperum ditusuk 3 kali di leher sehingga mengeluarkan darah. Adegan ke 17, tersangka menusuk leher Maya tiga kali," Malvino menandaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.