Pilur Bantul 2026, Bupati Ingatkan Calon Lurah Hindari Politik Uang
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JAKARTA- Angka kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil alias CPNS 2018 sangat rendah disebabkan tingkat kesulitan soal ujian yang tinggi. Berdasarkan data sementara, angka kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hanya di bawah 10%.
Pendapat itu diungkapkan oleh Deputi SDM Aparatur pada Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmadja. Ia mengatakan, soal-soal tes SKD dibuat oleh 18 konsorsium Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenristek Dikti. Dari kalangan tenaga pendidik juga menilai tipe soal seleksi terbilang sulit.
"Iya soalnya sulit. Dalam penjabaran soal melihat renstra pembangunan ASN karena kami ingin mendapatkan yang terbaik," kata Setiawan saat ditemui di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).
Setiawan menjelaskan, soal-soal seleksi pada 2018 memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi menjadi penyebab angka kelulusan pada 2018 jauh lebih rendah dibandingkan dengan 2017.
"Tahun lalu, tingkat kelulusan baik antara 20 persen. Formasi yang dibuka pun mayoritas untuk pemerintah pusat," ungkap Setiawan.
Setiawan memastikan, peningkatan tingkat kerumitan soal memang sengaja dibuat bukan untuk menurunkan kualitas. Melainkan bertujuan untuk mencari pelamar dengan kualitas yang terbaik.
"Jadi jangan salah paham, apa yang kami cari ini bukan menurunkan kualitas, tapi cari kualitas terbaik," pungkas Setiawan.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (9/11/2018), untuk wilayah barat angka pelamar yang lulus SKD hanya 3,81% dan pelamar yang gagal diseluruh tes sebanyak 58%.
Untuk wilayah tengah, angka pelamar lulus SKD hanya 1,33% dan pelamar yang tidak lulus SKD mencapai 72,6%.
Sementara untuk wilayah timur, angka pelamar lulus SKD hanya sebesar 0,17% dan pelamar yang tidak lulus mencapai 90,5%.
Lain halnya dengan kementerian dan lembaga, angka pelamar lulus SKD capai 21,28% dan angka pelamar tidak lulus sebesar 12,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.