Aturan Baru X: Cuitan Dibatasi, Pengguna Diminta Berlangganan
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Ilustrasi./Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SURABAYA -Drama kolosal Surabaya Membara yang menyebabkan tiga penonton tewas. Jajaran Polrestabes Surabaya terus bekerja keras untuk mengungkap apakah ada kelalaian atau tidak dalam drama tersebut. Penyidik sedang memeriksa beberapa saksi terkait kasus tersebut.
Mereka yang dimintai keterangan meliputi panitia penyelenggara, PT KAI dan beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung.
"Kami panggil dari pihak panitia, PT KAI dan saksi untuk dimintai keterangan. Saat ini proses pemeriksaannya masih berlangsung," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Sabtu (10/11/2018).
Menurut Sudamiran, pemanggilan tersebut dilakukan untuk memintai keterangan dari para saksi. Apakah dalam peristiwa itu ada unsur kelalaian atau tidak. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti dari lokasi.
Sedangkan untuk tiga korban yang meninggal sudah berhasil diidentifikasi. Mereka meliputi Helmi Suryawijaya (13) warga Karang Tembok Gang 5, Surabaya, Bagus Ananda (17) warga Jalan Ikan Gurami Gang 6 nomor 27, Surabaya dan Erika (9) warga Jalan Kalimas Baru, Surabaya.
"Helmi dan Erika meninggal di lokasi dan dibawa ke RS Soetomo. Sedangkan Bagus meninggal RS Soewandi. Untuk korban yang luka-luka juga ada sebagian telah pulang," tandas Sudamiran.
Seperti diketahui, sebuah kereta api menambrak penonton yang sedang melihat drama kolosal Surabaya Membara di viaduk Jalan Pahlawan, Jumat (9/11/2018) malam. Akibatnya belasan penonton jatuh dari jembatan. Dalam tragedi ini tiga orang meninggal dunia, dan belasan lainnya luka-luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.