Advertisement
Fahri Hamzah Ingatkan Isu Lion Air Jangan Alihkan Perhatian untuk Gempa Lombok dan Sulteng
Personel TNI mengevakuasi korban gempa dan tsunami Palu-Donggala saat tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/10). Diperkirakan sejak evakuasi hari pertama melalui jalur udara sebanyak 2.000 warga korban gempa dan tsunami Palu-Donggala tiba di Makassar. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Insiden kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT-610 yang terjadi di Karawang, Jawa Barat menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan hal ini tidak boleh mengalihkan perhatian terhadap korban bencana alam, baik di Nusa Tenggara Barat, maupun Sulawesi Tengah (Sulteng).
Fahri mengakui bahwa pada tahun politik banyak sekali isu yang berkembang. Namun demikian, semua isu yang muncul harus mendapat perhatian dan tidak berpindah dari satu isu ke isu yang lain.
Advertisement
“Termasuk gempa di Lombok, NTB yang menelan korban begitu banyak dan warga kita kehilangan ratusan ribu rumahnya, karena itu harus tetap jadi prioritas penanganan pasca-bencana. Sementara itu di Palu, Sulteng, tidak kurang dahsyat gempanya dan tsunami dengan korban ribuan,” ujarnya, Jumat (2/11/2018).
Fahri mengatakan penanganan Lion Air ini harus segera dipindahkan ke proses investigasi menyeluruh. Tujuannya agar bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
BACA JUGA
”Ini akan dapat memulihkan posisi Indonesia di tingkat keselamatan penerbangan di mata internasional,” ujarnya.
Dia mengakui tragedi Lion Air memang paling menggemparkan dan tragis dengan jumlah korban tewas 181 jiwa. Namun, korban yang berjatuhan di Lombok, Sumbawa, Palu, Sigi dan Donggala dan daerah-daerah lainnya itu harus tetap menjadi fokus.
“Karena warga negara kita memerlukan penanganan yang tidak kalah penting," jelas Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu sambil menambahkan bahwa korban gempa saat ini banyak yang masih tinggal di bawah tenda, karena belum memiliki rumah.
“Apalagi musim hujan sudah datang yang berpotensi mendatangkan penyakit, sehingga ini bisa menciptakan frustrasi yang membuat warga merasa tidak aman dan tidak nyaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement








