Advertisement
Saat Ini, Ada 103 TKI Terancam Hukuman Mati di Saudi
Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). - Solopos/ Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah Arab Saudi dinilai menghianati persahabatan dengan Indonesia atas tindakan eksekusi mati pada tenaga kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati. Hubungan baik Indonesia dinilai sudah dibangun sejak lama.
Hal itu dikarenakan TKI asal Indonesia Tuti Tursilawati tewas di tangan pemerintah Arab Saudi secara tiba tiba dengan cara dieksekusi mati. Eksekusi mati itu tidak diberitahu ke Pemerintah Indonesia.
Advertisement
Dengan adanya kejadian nahas ini, Pemerintah Indonesia juga dinilai telah dilecehkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal itu dikatakan Nurhasono, orator masa aksi pada orasinya di depan Kedutaan Arab Saudi di Jalan H. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Ada 103 TKi kita terancam hukuman mati di Arab Saudi. Ada 13 yang menungu hukuman mati. Ini jangan sampai terjadi. Ini pertanda pemerintah Arab Saudi melecehkan pemerintah kita dan tidak pernah memberikan perlindungan kepada TKI, "ujarnya, Jumat (2/11/2018).
BACA JUGA
Ia berharap pemerintah Indonesia bisa bertindak tegas dalam melindungi TKI nya di luar negeri. Termasuk membela TKI di Arab Saudi yang masih terancam hukuman mati hingga sekarang.
Sebelumnya, Tuti Tursliawati merupakan TKI asal Indonesia, tepatnya Majalengka Jawa Barat. Ia dieksekusi mati pada Senin, (29/10/2018). Ia dieksekusi mati di kota Taif karena dituduh membunuh majikanya. Padahal saat itu Tuti hanya berusaha membela diri karena ingin diperkosa dengan majikanya.
Pemerintah pun tidak diberi tahu oleh pihak Arab Saudi jika Tuti Tursilawati menjalani eksekusi pada hari itu. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pun memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk menyatakan protes langsung terhadap karena tidak adanya pemberitahuan terkait eksekusi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Komisi C DPRD DIY Soroti Beban Anggaran PSN di Tengah Fiskal Melemah
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Fitur Dear Algo di Threads, Pengguna Bisa Atur Linimasa Lewat Prompt
- Jakarta Livin Mandiri Tumbangkan Pertamina Enduro 3-1 di Proliga 2026
- Jejak Diplomasi Budaya Hiphop Amerika Serikat Menggema di PBSK
- Dugaan Pelecehan Anak di Umbulharjo, Terduga Pelaku Diringkus Polisi
- Norwegia Pimpin Klasemen, Italia Menempel di Olimpiade Musim Dingin
- Eks Bos Jual Alat Retas ke Rusia, Terancam 9 Tahun
- PROGRAM EKOTEOLOGI: MTsN 6 Bantul Tanam 1.000 Pohon
Advertisement
Advertisement




