Advertisement
Gerindra Ingin Prabowo Seperti Donald Trump
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. - Antarafoto/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo menyampaikan slogan Make Indonesia Great Again untuk masa depan Indonesia, meniru slogan kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutkan "Make Indonesia Great Again", diartikan kedepankan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakannya.
Advertisement
"Saya bangga kalau Presiden kita seperti Donald Trump. Misalnya Prabowo seperti Donald Trump gitu, mengedepankan rakyatnya dahulu karena buat apa kita memikirkan negara lain kalau negara kita masih susah," kata Arief di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan "Make Indonesia Great Again", yang dikatakannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Kamis.
BACA JUGA
Arief melihat Donald Trump sebagai sosok yang hebat karena mengedepankan negara dan bangsanya sehingga melakukan perang dagang dengan China dengan cara memproteksi industri Amerika.
"Kalau presiden saya itu seperti Donald Trump, saya bangga sebagai orang Indonesia. Saat ini ekonomi Amerika adalah yang terbaik selama 50 tahun, penganggurannya turun, untuk siapa? untuk rakyat Amerika," ujarnya. Dia menilai kebijakan Trump tidak mengobarkan perang dan tidak menginvansi negara lain dengan kekuatan militernya.
Artinya menurut Arief, Trump hanya memikirkan negara sendiri dan kepentingan rakyatnya, itu sah saja karena di mana pun pemimpin bertindak sebagai orang tua, memikirkan anak-anaknya.
"Setahu saya panutan Prabowo pertama adalah Deng Xiaoping, saya tidak tahu kalau Donald Trump. Dia kalau pidato selalu mengatakan Xiaoping itu adalah the great, orang yang hebat, iya dong mengubah China menjadi besar," katanya.
Namun dia memastikan gaya kampanye Trump di Pilpres Amerika Serikat tidak akan ditiru Prabowo karena perbedaan budaya dua negara.
Dia mencontohkan, Trump pernah mengatakan She's devil kepada Hillary Clinton dan kalau itu diterapkan di Indonesia akan terkena pasal ujaran kebencian.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa tidak ada pemimpin Indonesia yang berani berbicara lantang seperti presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memiliki semboyan "America First dan"Make America Great Again".
Hal itu dikatakannya saat berpidato dalam acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10).
"Dia mengatakan America First dan mengatakan Make America Great Again.Kenapa kok bangsa Indonesia tidak berani mengatakan 'bagi Bangsa Indonesia, Indonesia First. Make Indonesia Great Again," kata Prabowo.
Dia mengatakan kenapa tidak ada pemimpin yang berani mengatakan, "yang penting adalah pekerjaan untuk rakyat Indonesia".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Jogja Rabu 18 Februari 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling di Sleman Selasa 17 Februari 2026, Cek Lokasinya
- Barcelona Keok di Montilivi, Hansi Flick Singgung Mentalitas dan Wasit
- Undian Piala FA: City Hadapi Newcastle, Wrexham Tantang Chelsea
- WTA 1000 Dubai : Janice Tjen Lolos, Aldila Sutjiadi Tersingkir
- Mike Tyson vs Floyd Mayweather Jr. Digelar di Kongo April 2026
- Starlink Resmi Berizin Penuh di Vietnam, Siap Ekspansi Digital
- Premier League dan English Football League Berlakukan Jeda Buka Puasa
Advertisement
Advertisement







