Pertamina Bidik Minyak Jelantah MBG untuk Bahan Bakar Pesawat
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Pengungsi gempa Lombok./Antara
Harianjogja.com, MATARAM-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan ratusan korban gempa bumi di kota ini segera mendapatkan transfer dana bantuan pembangunan rumah indah sederhana aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Rabu, mengatakan, transfer dana bantuan dijadwalkan pada Senin (1/10/2018).
"Transfer dana bantuan pembangunan rumah bagi korban gempa bumi yang akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima pekan depan. Ini merupakan transfer tahap ketiga dengan jumlah sasaran 995 penerima," katanya.
Pada tahap pertama, transf bantuan pembangunan rumah bagi korban gempa bumi Mataram sebanyak 20 orang, dengan nominal yang diterima masing-masing Rp50 juta. Sedangkan transfer kedua dilakukan terhadap 102 penerima dengan nominal yang diterima masing-masing Rp25 juta.
Diharapkan, transfer tahap ketiga kepada 995 orang penerima ini jumlahnya bisa sama yakni Rp25 juta dari total Rp50 juta untuk masing-masing sasaran yang dijanjikan pemerintah.
"Jika 995 orang sudah mendapatkan transfer bantuan, maka masih tersisa sebanyak 557 orang yang belum mendapatkan transfer bantuan pembangunan rumah dari total korban yang mengalami rumah rusak berat sebanyak 1.674 orang," katanya.
Menurut informasi Mahmudin dari markas komando tugas gabungan terpadu penanganan pascagempa bumi Lombok, dana bantuan pembangunan rumah bagi korban gempa akan tuntas ditransfer pada bulan Oktober 2018, termasuk korban yang rumahnya masuk kategori sedang dan ringan.
"Jadi kami harapkan, masyarakat bisa bersabar," katanya.
Mahmuddin mengakui, meskipun dana tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing korban gempa bumi, namun dana itu belum bisa dicairkan atau digunakan.
Pasalnya, penerima harus membuat kelompok masyarakat (pokmas) untuk mempermudah pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan dari pemerintah dan pokmas baru bisa dibentuk setelah bantuan masuk rekening penerima.
Karenanya, pokmas yang sudah terbentuk saat ini baru sekitar 10 pokmas, satu pokmas beranggotan 10-20 orang dan 80 persen masyarakat sudah menyatakan sepakat dan mau dibangunkan rumah dengan konsep RISA.
"Sisanya masih melihat apakan akan dibangunkan RISA atau RIKO (rumah konvensional), dengan melihat terlebih dahulu contoh dari kedua konsep rumah tahan gempa tersebut," katanya.
Ditambahkan Mahmuddin, dengan adanya pokmas selama proses pencairan dana bantuan, masyarakat penerima tidak akan pernah bersentuhan dengan uang tunai, sebab bantuan dikelola pokmas, termasuk untuk pembelian bahan bangunan menggunakan sistem tranfer antardepo bangunan.
"Pertanggungjawaban penggunaan uang pemerintah ini memang birokratif, tujuannya untuk menghindari adanya penyalahgunaan serta penyimpangan anggaran," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.