BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi menanggapi pernyataan soal kepanjangan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang dipelesetkan menjadi Koalisi Ikut-ikutan.
Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pasangan calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dan calon wakil presiden Maruf Amin, Aria Bima mempertanyakan alasan pernyataan Ketua DPP Gerindra Habiburokhman yang menyebut KIK merupakan Koalisi Ikut-ikutan.
Ia pun menduga ada beberapa kesamaan di kubu Jokowi-Ma\'ruf dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diklaim mengikuti. Namun ia tak masalah jika yang diikuti dari kubu Prabowo-Sandiaga merupakan sesuatu hal yang baik.
"Nah ikut-ikutannya ada dimana? Mungkin beberapa hal ada yang sama kemudian kelompok sebelah menganggap itu ikut-ikutan. Bagi saya, kalau itu yang diikuti sesuatu yang baik, kita juga nggak soal," ujar Aria di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).
Menurut Aria seharusnya kedua belah pihak baik kubu Jokowi - Maruf Amin ataupun dari kubu Prabowo- Sandiaga bisa saling mencontoh hal-hal yang baik walaupun berbeda kubu. Ia pun mengusulkan ada pertemuan antara TKN KIK Jokowi - Maruf Amin dengan Tim kampanye Prabowo - Sandiaga.
"Dari kami ada yang baik yang perlu diikuti oleh tim kampanyenya tim pak Prabowo - Sandiaga, dari pak Prabowo Sandiaga ada yang baik yang perlu diikuti dari kita. itulah yang menurut saya," ucap Aria.
"Malah saya mengusulkan, ayo saling mengikuti untuk membuat forum, tidak hanya forum komunikasi yang ketemu yang tidak terarah tapi bagaimana tim kampanye nasional pak Joko Widodo dan Kyai Haji Maruf Amin ini ketemu dengan tim sukses pak Prabowo - Sandiaga, supaya hal-hal yang baik ini bisa kita saling ikuti," sambungnya.
Karena itu Politisi PDI Perjuangan itu mengaku tak keberatan koalisinya dianggap Koalisi Ikut-Ikutan selama itu hal yang baik.
"Saya tidak keberatan dalam hal kita itu mengikuti ikut-ikutan ya. Kalau sesuatu yang baik itu bisa kita ikuti, tapi kalau itu hoaks itu negatif campaign. itu hal yang konfrontatif yang menegaskan menjelekkan kita tidak akan pernah mengikuti itu tapi kalau ada yang baik dari timnya pak Prabowo dan pak Sandi woh kita akan beri apresiasi dan kita akan ikuti," tandasnya.
Sebelumnya, Partai Gerindra menyebut KIK Jokowi - Maruf Amin merupakan singkatan Koalisi Ikut-ikutan. Menurut Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, KIK suka meniru gerakan yang dilakukan oleh koalisi Prabowo-Sandi.
"Kubu sebelah seperti sudah kehilangan kreativitas kerja mereka meniru apa yang kami lakukan. Kami buat hashtag mereka ikut, kami buat lagu mereka ikut, kami sasar milenial mereka ikut. Kami khawatir mereka disebut Koalisi Ikut Ikutan (KIK)," ujar Habiburokhman, Jumat (21/9/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.