Titik Temu Pendidikan Farmasi dan Kepuasan Pasien: Menakar Ulang Ukuran Keberhasilan
Pendidikan farmasi perlu mengintegrasikan pengalaman dan ulasan pasien dalam pembelajaran untuk meningkatkan empati, komunikasi apoteker, dan mutu pelayanan
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi menanggapi pernyataan soal kepanjangan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang dipelesetkan menjadi Koalisi Ikut-ikutan.
Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pasangan calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dan calon wakil presiden Maruf Amin, Aria Bima mempertanyakan alasan pernyataan Ketua DPP Gerindra Habiburokhman yang menyebut KIK merupakan Koalisi Ikut-ikutan.
Ia pun menduga ada beberapa kesamaan di kubu Jokowi-Ma\'ruf dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diklaim mengikuti. Namun ia tak masalah jika yang diikuti dari kubu Prabowo-Sandiaga merupakan sesuatu hal yang baik.
"Nah ikut-ikutannya ada dimana? Mungkin beberapa hal ada yang sama kemudian kelompok sebelah menganggap itu ikut-ikutan. Bagi saya, kalau itu yang diikuti sesuatu yang baik, kita juga nggak soal," ujar Aria di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).
Menurut Aria seharusnya kedua belah pihak baik kubu Jokowi - Maruf Amin ataupun dari kubu Prabowo- Sandiaga bisa saling mencontoh hal-hal yang baik walaupun berbeda kubu. Ia pun mengusulkan ada pertemuan antara TKN KIK Jokowi - Maruf Amin dengan Tim kampanye Prabowo - Sandiaga.
"Dari kami ada yang baik yang perlu diikuti oleh tim kampanyenya tim pak Prabowo - Sandiaga, dari pak Prabowo Sandiaga ada yang baik yang perlu diikuti dari kita. itulah yang menurut saya," ucap Aria.
"Malah saya mengusulkan, ayo saling mengikuti untuk membuat forum, tidak hanya forum komunikasi yang ketemu yang tidak terarah tapi bagaimana tim kampanye nasional pak Joko Widodo dan Kyai Haji Maruf Amin ini ketemu dengan tim sukses pak Prabowo - Sandiaga, supaya hal-hal yang baik ini bisa kita saling ikuti," sambungnya.
Karena itu Politisi PDI Perjuangan itu mengaku tak keberatan koalisinya dianggap Koalisi Ikut-Ikutan selama itu hal yang baik.
"Saya tidak keberatan dalam hal kita itu mengikuti ikut-ikutan ya. Kalau sesuatu yang baik itu bisa kita ikuti, tapi kalau itu hoaks itu negatif campaign. itu hal yang konfrontatif yang menegaskan menjelekkan kita tidak akan pernah mengikuti itu tapi kalau ada yang baik dari timnya pak Prabowo dan pak Sandi woh kita akan beri apresiasi dan kita akan ikuti," tandasnya.
Sebelumnya, Partai Gerindra menyebut KIK Jokowi - Maruf Amin merupakan singkatan Koalisi Ikut-ikutan. Menurut Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, KIK suka meniru gerakan yang dilakukan oleh koalisi Prabowo-Sandi.
"Kubu sebelah seperti sudah kehilangan kreativitas kerja mereka meniru apa yang kami lakukan. Kami buat hashtag mereka ikut, kami buat lagu mereka ikut, kami sasar milenial mereka ikut. Kami khawatir mereka disebut Koalisi Ikut Ikutan (KIK)," ujar Habiburokhman, Jumat (21/9/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Pendidikan farmasi perlu mengintegrasikan pengalaman dan ulasan pasien dalam pembelajaran untuk meningkatkan empati, komunikasi apoteker, dan mutu pelayanan
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Jumat, 23 Oktober 2026, berawan di lima wilayah dengan suhu 23–32 derajat Celsius.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.