Lewat BRILink, Sri Mampu Kembangkan Usaha Sambil Layani Kebutuhan Warga
Sri Asih mengembangkan toko sembako di Kutoarjo sekaligus menjadi AgenBRILink sejak 2017 untuk melayani transfer dan tarik tunai warga.
Ilustrasi bom,/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah pesan tentang paket yang dikirim kepada seorang warga di Jogja membuat heboh.
Polisi memastikan bahwa isi paket dari Tiongkok di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sempat viral di media sosial bukan berisikan narkoba. Pasalnya, warganet sempat menduga bungkusan tersebut berupa barang haram.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, setelah ramai dibahas di media sosial, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan ternyata paket tersebut berisikan sebuah jam tangan.
"Hasil pengecekan tim ternyata isi paket tersebut sebuah jam tangan," kata Dedi, Jakarta, Rabu (19/9/2018).
Dedi menjelaskan, sejak menerima laporan paket misterius, polisi menyelidiki keberadaan paket itu. Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY telah melakukan penyelidikan pada Senin, 17 September kemarin.
"Tim menginterogasi penerima paket dan diterangkan bahwa Rabu, 12 September pekan lalu sekitar pukul 10.58 WIB ada seorang petugas ekspedisi datang ke toko tempatnya bekerja dan mengantar paket atas nama pemilik toko," papar dia.
Berdasarkan keterangan pegawai toko itu, kata Dedi, tertera nama pemilik toko sebagai pemesan paket. Namun ketika pemilik toko dikonfirmasi, pemilik toko mengatakan tak merasa memesan barang hingga pegawai toko menolak menerima paket tersebut.
"Petugas ekspedisi mengatakan kalau tidak merasa memesan, barang diretur saja dengan cara mengirim foto KTP. Namun pegawai toko tidak mau dan akhirnya petugas ekspedisi membawa kembali paket tersebut," ucap Dedi.
Pemilik toko pun mengaku pernah mengirimkan foto paket tersebut ke grup pengajiannya, namun tidak pernah mengunggahnya ke media sosial.
Dedi melanjutkan, tim reserse kemudian melakukan pengecekan di kantor ekspedisi cabang Jogja untuk memastikan isi paket. Namun paket tersebut sudah dikirim ke kantor pusat di Jakarta.
"Setelah koordinasi dengan pihak ekpedisi di Jakarta, paket tersebut masih ada dan disimpan di gudang. Setelah itu tim di Jogja berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, dalam hal ini Kasubdit TPPU Bareskrim Kombes Jamaluddin dan penyidik AKBP Agus Waluyo," papar Dedi.
Di Jakarta, Dedi menyebut, polisi mendatangi gudang ekspedisi di Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa, 18 September pukul 14.00 WIB. Dedi mengungkap paket tersebut ternyata sebuah jam tangan berwarna berwarna oranye.
"Jadi clear ya. Kami kembali imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya berita hoax yang disebarkan seseorang baik di Whatsapp Group maupun media sosial," tutup Dedi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Sri Asih mengembangkan toko sembako di Kutoarjo sekaligus menjadi AgenBRILink sejak 2017 untuk melayani transfer dan tarik tunai warga.
Pendataan Perlinsos Digital Kulon Progo baru mencakup 21.919 KK. ASN hingga pamong kalurahan didorong aktif mendata calon penerima bansos.
Penguatan regulasi menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan pengelolaan keuangan haji berjalan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Saham Alphabet anjlok 12,6 persen setelah laba kuartal III-2026 di bawah ekspektasi. Google Cloud tumbuh 103 persen, tetapi belanja AI menekan arus kas.
Ingin menggunakan plat nomor cantik untuk kendaraan? Simak rincian biaya NRKB pilihan, prosedur pengajuan, dan masa berlakunya.
Mobil bergoyang atau setir bergetar setelah menghantam lubang? Kenali lima komponen yang berisiko rusak dan tanda kaki-kaki bermasalah.