PBB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Perbatasan China-Nepal
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam./Suara.com-Oke Dwi Atmaja
Harianjogja.com, JAKARTA-Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diyakini dapat memenangkan pemilu presiden 2019. Optimisme itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan.
"Pemilu presiden 2019 situasinya berbeda dengan pemilu presiden 2014, meskipun capres yang berkompetisi tetap sama, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto," kata Syarif Hasan pada diskusi "Dua Kaki Demokrat, Ganggu Koalisi Parpol?" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Menurut Syarif, pada pemilu presiden 2019, Joko Widodo menjadi capres dalam kondisi bersih. Ibarat ibarat membawa kertas putih yang polos. Sedangkan Prabowo Subinato menjadi capres, ibarat membawa kertas yang sudah ada coretan-coretan.
Pada pemilu presiden 2014, kata dia, Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, tampil sebagai pemenang. Namun, pada pemilu 2019, menurut dia, situasinya sudah berbeda, meskipun capresnya tetap sama.
Dalam pandangan Syarif, pada pemilu 2019, Joko Widodo menjadi capres, dengan membawa kertas yang tidak putih lagi tapi sudah ada coretan-coretan, selama menjadi presiden. "Coretan-coretan tersebut, tergantung siapa yang memandang, sehingga ada yang memandang positif tapi juga ada yang memandang negatif," katanya.
Anggota Komisi I DPR RI menambahkan, kondisi nilai tukar rupiah yang saat ini melemah akan menurunkan elektabilitas Joko Widodo pada pemilu presiden 2019. "Nilai tukar rupiah masih akan terus melemah hingga akhir tahun, sehingga elektabilitas Jokowi akan menurun," katanya.
Sementara itu, kata dia, Prabowo Subianto coretan-coretannya sudah lama dan masyarakat saat ini sudah melupakannya. "Karena itu, saya optimistis pada pemilu 2019 dapat terjadi perubahan kepemimpinan nasional," katanya.
Kalau Pasangan Prabowo-Sandi memenangkan pemilu presiden 2019, menurut dia, Partai Demokrat sebagai anggota koalisi akan mengawal jalannya pemerintahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Suzuki menegaskan belum akan mengubah Jimny menjadi mobil listrik. Karakter off-road dan mesin bensin dinilai menjadi identitas utama SUV ikonik tersebut.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.
Timnas Voli Putri Indonesia hadapi Iran di perempat final AVC 2026. Indonesia unggul 3-2 dari 5 pertemuan terakhir. Kemenangan di Juni 2026 jadi modal berharga.
Cara menyimpan video Instagram tanpa aplikasi tambahan bisa dilakukan lewat fitur bawaan maupun browser. Simak langkah mudah dan aman berikut ini.
Biaya perpanjangan izin tinggal di Jepang naik drastis mulai Oktober 2026. Izin tinggal tetap melonjak 1.900% jadi 200.000 yen. Simak daftar lengkapnya.