Mentan Pecat ASN Kementan, Selewengkan Duit Rp500 Juta Kini DPO
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, MATARAM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan tunjangan khusus kepada 5.298 guru berstatus pegawai negeri sipil dan non-PNS yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sudah terisi tunjangan khusus diserahkan secara simbolis kepada perwakilan guru oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, di sela apel "Gerakan Kembali ke Sekolah" di Alun-Alun Bumi Gora, kantor Gubernur NTB, di Mataram, Minggu (9/9/2018).
Seribuan orang guru dan ratusan pelajar dari tujuh kabupaten/kota yang terdampak gempa ikut serta dalam apel tersebut.
Penyerahan buku tabungan BRI berisi uang tunjangan khusus kepada 2.500 orang guru juga dilakukan Mendikbud Muhajir Effendy, ketika meninjau perkembangan rehabilitasi sekolah dan kondisi kelas-kelas sementara di Kabupaten Lombok Utara, usai apel di Mataram.
"Pemberian tunjangan khusus tersebut sebagai bentuk kepedulian Kemendikbud terhadap para guru yang sekolahnya terdampak bencana," katanya.
Ia mengatakan tunjangan khusus diberikan selama enam bulan. Jumlah guru yang akan menerima tunjangan akan terus diverifikasi untuk memastikan seluruh guru yang terdampak gempa memperoleh hak yang sama.
Muhajir juga memastikan uang tunjangan sudah ditransfer ke rekening masing-masing guru dan sudah bisa diambil di BRI.
"Mulai hari ini, dari Kemendikbud sudah memasukkan uang di bank sehingga bisa dicairkan hari ini," katanya.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BLKM) Kemendikbud, Ari Santoso, menyebutkan besaran tunjangan khusus untuk guru PNS sebesar Rp1,5 juta per bulan, sedangkan guru non-PNS senilai Rp2 juta per bulan.
Sebanyak 5.298 guru terdampak gempa yang sudah diverifikasi tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Kota Mataram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Kolaborasi BLACKINK dan Tenun Nusantara hadirkan fashion gothic hitam di Jogja, memadukan tradisi dan ekspresi modern.
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Kebiasaan makan malam seperti ngemil dan makan larut bisa picu stres. Simak tips pola makan sehat untuk jaga kesehatan mental.
KPK memeriksa mantan Dirjen Haji Hilman Latief terkait kasus korupsi kuota haji Rp622 miliar. Sejumlah nama besar sudah jadi tersangka.
Prabowo minta masyarakat rekam aparat nakal dan lapor langsung. Instruksi tegas bersih-bersih korupsi di seluruh lembaga pemerintah.