Advertisement

Turki Kutuk Keputusan AS Akhiri Bantuan untuk Pengungsi Palestina

Newswire
Minggu, 02 September 2018 - 13:17 WIB
Kusnul Isti Qomah
Turki Kutuk Keputusan AS Akhiri Bantuan untuk Pengungsi Palestina Bendera Amerika Serikat - Ist/WallpaperCave

Advertisement

Harianjogja.com, ANKARA-Kementerian Luar Negeri Turki pada Sabtu mengutuk keputusan AS untuk mengakhiri dana untuk badan pengungsi Palestina.

"Keputusan Amerika Serikat secara negatif akan mempengaruhi nyawa lebih dari lima juta orang Palestina. Pada saat yang sama, keputusan ini akan membahayakan visi untuk menemukan penyelesaian dua-negara bagi masalah Palestina; kestabilan dan perdamaian regional," kata kementerian tersebut di dalam satu pernyataan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan Washington "takkan lagi berkomitmen untuk terus mendanai" Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB buat Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Kementerian di Ankara mengatakan keputusan AS tersebut adalah kekecewaan besar, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.

"Dalam kondisi ini, operasi UNRWA yang terus berlangsung tanpa halangan telah menjadi cobaan sah dan tugas teliti bagi masyarakat internasional," tambah kementerian tersebut.

Turki akan membahas masalah itu secara terperinci selama Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 27 September. Pertemuan itu akan dipimpin bersama oleh Jordania, Jepang, Swedia dan Uni Eropa dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB serta Komisaris Umum UNRWA.

Kementerian tersebut menyatakan Turki bertekad untuk terus melancarkan setiap upaya guna mendukung UNRWA dan menyampaikan solidaritas buat rakyat Palestina.

AS sejauh ini adalah penyumbang terbesar buat UNRWA, dengan memberikan 350 juta dolar AS setiap tahun, atau seperempat anggaran badan bantuan PBB itu.

UNRWA, yang didirikan pada 1949, menyediakan bantuan penting buat lebih dari lima juta pengungsi Palestina di Jalur Gaza, wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan, Jordania, Lebanon dan Suriah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Truk Bermuatan Jagung Terperosok Jurang di Ngawen Gunungkidul

Gunungkidul
| Senin, 30 Januari 2023, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Ke Depan, Naik Candi Borobudur Harus Pakai Sandal Khusus

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement