Advertisement

Sandiaga Uno Acungkan Jempol untuk Idrus Marham yang Mundur demi Fokus Hadapi Masalah Hukum

Newswire
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 20:17 WIB
Nina Atmasari
Sandiaga Uno Acungkan Jempol untuk Idrus Marham yang Mundur demi Fokus Hadapi Masalah Hukum Idrus Marham. - suara.com/Muhaimin A Untung

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA- Bakal calon wakil presiden Indonesia, Sandiaga Uno mengak salut dengan Idrus Marham yang mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Sandiaga Uno mengaku turut prihatin dengan kasus yang menimpa Idrus Marham.

Advertisement

Apalagi setelah mengetahui Idrus Marham mengajukan surat pengunduran diri sebagai Menteri Sosial dan resmi diumumkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus proyek PLTU Riau-1, Jumat (24/8/2018).

"Saya prihatin, turut berdoa untuk beliau. Beliau (Idrus Marham) juga sahabat saya," ungkap Sandi di Kinanti Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8/2018).

Sandiaga Uno menilai, sikap pengunduran diri seorang Idrus Marham merupakan sikap yang kesatria. Pasalnya, Idrus Marham mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Saya rasa itu sebuah sikap yang sangat kesatria. Saya acungkan apresiasi empat jempol saya untuk Pak Idrus Marham dan saya berharap ini juga beliau dikuatkan dalam menghadapi musibah ini," ungkapnya.

Adapun alasan mundurnya Idrus Marham, karena dirinya ingin fokus menghadapi masalah hukum yang menjeratnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut diungkapkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab.

"Lebih pada pertama, menghadapi persoalan hukum. Walau kita tidak tahu persoalan hukumnya akan seperti apa," kata Sirajuddin dalam diskusi bertajuk 'Dinamika Golkar pasca Pergantian Mensos' di Warung Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2018).

Kata dia, alasan kedua yang mendasari Idrus Marham segera mundur dari jabatannya adalah karena ingin penanganan masalah gempa Lombok berjalan dengan lancar. Pasalnya, Mensos adalah posisi penting dalam penanganan korban gempa.

"Kemudian menyangkut orang banyak, gempa Lombok yang sampai sekarang belum berhenti. Dan ini kan menjadi satu tupoksi Kementerian Sosial. Jadi sikap Bang Idrus Marham kita apresiasi. Presiden juga cepat mengambil. Harus segera, karena ini menyangkut kemanusiaan," katanya.

Selain itu, dia menyebut di Golkar juga ada pakta integritas yang meminta kader untuk segera mengundurkan diri dari pengurus jika terlibat proses hukum. Pakta integritas itu juga membuat Idrus Marham segera mengundurkan diri dari Golkar.

"Kita semua disuruh isi pakta integritas, setiap kader yang menghadapi persoalan hukum untuk mengundurkan diri. Ada pakta integritas tersebut," ucapnya.

Untuk diketahui, Idrus Marham diduga turut berperan serta dan membantu Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam meloloskan Blackgold Natural Recourses Limited menjadi salah satu konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.

Eni Saragih telah diduga menerima suap sebesar Rp 4,8 miliar secara bertahap dari bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

Idrus Marham diduga dijanjikan untuk mendapatkan bagian yang sama seperti jatah Eni Saragih sebesar 1,5 juta dolar AS dari Johannes Kotjo. Uang itu akan diberikan bila Idrus Marham berhasil membantu Kotjo mendapat PPA dalam proyek PLTU Riau-1.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement