Advertisement
Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel
Undang/Undang / Foto ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kecaman terhadap kebijakan hukuman mati bagi tahanan Palestina oleh Israel menguat. Aqsa Working Group mendesak komunitas internasional segera turun tangan menghentikan aturan tersebut yang dinilai melanggar hak asasi manusia.
Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, menegaskan undang-undang tersebut bermasalah secara substansi karena tidak mencerminkan prinsip keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum.
Advertisement
“Kami mendesak PBB, Dewan HAM PBB, serta seluruh lembaga internasional untuk segera mengambil tindakan nyata, independen, dan tidak berpihak guna menghentikan kebiadaban serta menuntut pertanggungjawaban rezim Zionis,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.
Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadi instrumen legal bagi praktik genosida terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, penerapan hukuman mati dalam sistem peradilan yang dianggap diskriminatif dan represif merupakan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Ini merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan prinsip keadilan universal,” katanya.
AWG juga mendorong peningkatan tekanan global melalui jalur diplomasi, hukum, serta gerakan masyarakat sipil. Upaya tersebut termasuk melalui gerakan boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel.
Selain itu, AWG mengapresiasi sejumlah negara, khususnya anggota Uni Eropa, yang telah menyuarakan kecaman terhadap kebijakan tersebut. Mereka didorong untuk mengambil langkah lebih tegas, termasuk menerapkan embargo menyeluruh.
Organisasi ini menilai berbagai kebijakan represif tidak akan melemahkan perjuangan rakyat Palestina. Sebaliknya, langkah tersebut justru dinilai memperkuat tekad untuk meraih kemerdekaan.
Dalam pernyataannya, AWG juga mengajak masyarakat luas, khususnya umat Islam, untuk terus memperkuat solidaritas dan meningkatkan peran aktif dalam mendukung perjuangan Palestina.
Seruan tersebut mencakup dorongan untuk memperkuat persatuan serta mengintensifkan gerakan kolektif dalam upaya membela hak-hak rakyat Palestina, termasuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dari pendudukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, JK Akan Melapor ke Bareskrim Hari Ini
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement
Jadwal Prameks Jogja Kutoarjo 6 April 2026, Warga Padati Jam Favorit
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Desentralisasi Sampah Dimulai, Pindad Siapkan Teknologi Tanpa Asap
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
- NGUDARASA: Timor Leste, Nasibmu Kini
- Tips Tidur Siang Sehat agar Tidak Bikin Sulit Tidur Malam
Advertisement
Advertisement






