Kasus Ebola di Kongo Capai 5.514, Kematian 2.642 Orang
Kasus Ebola di RD Kongo mencapai 5.514 dengan 2.642 kematian. Sebanyak 10 negara memperketat pemeriksaan di perbatasan.
Ribuan umat Katolik memadati kawasan Colosseum di Roma saat Paus Leo XIV memimpin langsung Ibadat Jalan Salib dalam peringatan Jumat Agung Paskah, Sabtu (3/4/2026). Momen ini terasa berbeda karena Paus turut memikul salib sepanjang prosesi. - Vatican News
Harianjogja.com, ROMA—Ribuan umat Katolik memadati kawasan Colosseum di Roma saat Paus Leo XIV memimpin langsung Ibadat Jalan Salib dalam peringatan Jumat Agung Paskah, Sabtu (3/4/2026). Momen ini terasa berbeda karena Paus turut memikul salib sepanjang prosesi.
Sekitar 30.000 umat mengikuti rangkaian Via Crucis yang digelar di kawasan bersejarah tersebut. Tradisi ini menjadi ziarah spiritual tahunan yang mengenang perjalanan sengsara dan wafat Yesus di Golgota.
Dalam prosesi itu, Paus Leo XIV menjadi Paus kedua yang memikul salib secara langsung sepanjang Jalan Salib di Colosseum. Ia mengikuti jejak Pope John Paul II yang menjalankan tradisi serupa pada 1980 hingga 1994.
Perayaan tahun ini juga menjadi kelanjutan dari tradisi sebelumnya. Pada tahun lalu, meditasi Jalan Salib ditulis oleh Pope Francis, sementara ibadat dipimpin oleh Baldassarre Reina sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Roma karena kondisi kesehatan Paus saat itu.
Setiap pemberhentian dalam Jalan Salib menghadirkan refleksi mendalam tentang penderitaan dan kemanusiaan. Penyusun meditasi, Francesco Patton, menekankan bahwa Jalan Salib bukan sekadar ritual, melainkan panggilan untuk menghidupi iman, harapan, dan kasih dalam kehidupan nyata.
“Jalan Salib tidak ditujukan bagi mereka yang menjalani kehidupan yang sangat saleh atau kehidupan yang penuh perenungan abstrak,” kata Pastor Patton, seperti dikutip dari Vaticannews, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan bahwa praktik ini justru mengajak umat untuk menghadapi realitas kehidupan dengan nilai-nilai iman yang konkret.
Dalam refleksinya, Patton juga menyoroti bahaya kesombongan manusia terhadap kekuasaan. Ia mengkritik kecenderungan rezim otoriter, sikap media yang abai, hingga rasa ingin tahu berlebihan yang dapat merendahkan martabat manusia.
Di akhir prosesi, Paus Leo XIV mengajak umat untuk menjadikan Jalan Salib sebagai perjalanan iman yang semakin mendalam dalam persekutuan kasih, sekaligus bentuk solidaritas terhadap penderitaan sesama.
Keterlibatan langsung Paus dalam memikul salib dipandang sebagai simbol kuat kepedulian Gereja terhadap penderitaan manusia, sekaligus ajakan refleksi bagi umat Kristiani di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus Ebola di RD Kongo mencapai 5.514 dengan 2.642 kematian. Sebanyak 10 negara memperketat pemeriksaan di perbatasan.
Kekeringan Sukoharjo meluas. Sebanyak 3.300 jiwa dan tiga sekolah di sembilan desa terdampak krisis air bersih.
Prabowo menegaskan pemerintah harus memberantas korupsi hingga akar-akarnya dan menghentikan kebocoran keuangan negara demi kepentingan rakyat.
Penumpang KA jarak jauh di Daop 6 Jogja naik 23% saat libur Maulid Nabi. Total 47.833 penumpang tercatat hingga Selasa siang.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.