Advertisement

Kejadian Aneh dan Mistis saat Pemindahan Makam Tua di Lokasi Jalan Tol

Newswire
Jum'at, 17 Agustus 2018 - 12:50 WIB
Bhekti Suryani
Kejadian Aneh dan Mistis saat Pemindahan Makam Tua di Lokasi Jalan Tol Relokasi ribuan makam tua Klampisan yang berada di area Jalan Tol Trans Jawa Seksi V Semarang Batang, Jawa Tengah, berlangsung dramatis. - Suara.com/Adam Iyasa

Advertisement

Harianogja.com, BATANG- Pekerja relokasi makam di jalan tol di Batang, Jawa Tengah menemui sejumlah keanehan saat hendak memindahkan makam.

Relokasi ribuan makam tua Klampisan yang berada di area Jalan Tol Trans Jawa Seksi V Semarang – Batang, Jawa Tengah, berlangsung dramatis.

Advertisement

Sejumlah pekerja relokasi mengklaim, menghadapi situasi yang janggal dan cenderung mistis saat memindahkan ribuan makam tersebut ke TPU baru—berjarak 500 meter dari lokasi lama.

"Ya ada saja peristiwa mistis, meski kami lebih dulu melakukan ritual sebelum membongkar makam. Kami sudah selamatan, tumpengan, pengajian, dan khatam Alquran, termasuk pembacaan ahli waris makam sebagai izin bongkar," kata Koordinator Lapangan Relokasi Makam Klampisan, Suyono, Kamis (16/8/2018).

Suyono menceritakan, ia dan rekan-rekannya harus turut menggali kembali makam sesepuh Mbah Klampis, Nyai Klampis, dan dua makam muridnya, yakni Mbah panggeng dan Nyi Turiyah. “Awalnya, makam tua keempat sesepuh itu tak terdeteksi oleh kami. Tapi, oleh warga sepuh yang mengerahkan tenaga ahli gaib, keempat makam itu bisa kami temukan,” tuturnya.

Sebagai penghormatan, Suyono memastikan bakal membuat pendopo berlantai keramik untuk keempat makam itu di tempat relokasi.

"Selain mencari 4 makam itu, tenaga ahli gaib juga kami gunakan untuk mencari makam tanpa nama. Ditemukan ada 207 makam tanpa nama, percaya atau tidak ya,” katanya.

Selain itu, Suyono mengklaim, pekerjanya juga mengalami kejadian janggal saat menebang pohon beringin di sisi timur makam.

Penebangan pohon berdiameter 1,5 meter itu dilakukan oleh 15 orang, agar bisa menarik jatuh ke sisi timur makam.

"Anehnya, saat ditarik 15 orang ke timur, pohon itu malah tumbang ke Barat, hampir mengenai saya dan beberapa orang yang akan mengabadikan foto dan video penebangan," ungkap Suyono.

Alhasil, dokumentasi penebangan pohon beringin raksasa itu tak terdokumentasikan sedikit pun.

"Sepertinya ada hal lain yang tak ingin pohon itu diabadikan baik foto dan video, karena kami lari tunggang langgang menghindar pohon jatuh," ucapnya.

Tak berhenti di situ, usai pohon tumbang, kejadian ganjil berlanjut dengan disertai angin puting beliung yang kencang di sekitar lokasi pohon.

"Anginnya kencang sekali, memutar seperti puting beliung, ada sekitar satu menitan," katanya. Pihaknya berharap, proses relokasi ribuan makam bisa berjalan lancar tanpa kendala. Dia menargetkan dalam satu hari bisa memindah 100 makam di tempat baru.

"Ada tiga lahan kapling, kita langsung makamkan ke tempat baru. Kami  akan bekerja selama satu bulan kedepan untuk memindah 1300an makam," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik

Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik

Jogja
| Kamis, 02 April 2026, 23:27 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement