Denmark Open 2026: Fajar/Fikri Siap Hadapi Ancaman Ganda Thailand
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mewaspadai ganda Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di perempat final Denmark Open 2026.
Ilustrasi perempuan bercadar./JIBI
Harianjogja.com, TULUNGAGUNG- Seorang petugas Dinas Perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, karena gerak-geriknya mencurigakan.
Menurut keterangan Kepala Terminal Gayatri, Oni Suryanto, Selasa (15/5/2018), kejadian itu dilakukan lantaran perempuan yang berusia sekitar 14 tahun itu tak kunjung mau menjawab saat ditanya petugas.
"Kejadiannya [Senin, 14/5/2018] kemarin. Datang sekitar pukul 06.00 WIB dan naik ke bus jurusan Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu dia terlihat kebingungan, tapi saat ditanya tidak mau menjawab," katanya.
Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo.
Namun setelah diinterogasi, SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung.
Kepada petugas, SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.
"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.
Akhirnya, tim berkoordinasi dengan kepolisian. Tak berselang lama, polisi dari Polres Tulungagung datang dan membawa wanita tersebut.
"Kami serahkan ke polisi untuk tindakan lebih lanjut. Sebab mereka yang lebih memiliki kewenangan," ujar Oni.
Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji mengatakan informasi penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek benar namun telah dipelintir sehingga menjadi "hoax" [informasi bohong].
"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal. Padahal tidak begitu," katanya.
Menurut Sumaji, penurunan penumpang SAN lebih dilakukan lantaran santri yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP ini membuat penumpang lain was-was.
Gerak-gerik yang misterius membuat SAN yang bercadar dan membawa sebuah tas dilaporkan penumpang lain kepada petugas Dishub di unit Terminal Gayatri, Tulungagung.
"Keterangan yang bersangkutan juga informasi dari pihak pondok, santri berinisial SAN ini sudah keempat kalinya ini mencoba kabur dari pondok. Tiga kali kepergok pengasuh pondok, ini yang terakhir berinisiatif pakai cadar supaya tidak mudah dikenali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mewaspadai ganda Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di perempat final Denmark Open 2026.
ASEAN Football menempatkan suporter Vietnam di posisi pertama dengan estimasi 85%. Indonesia tidak tercantum dalam daftar yang dirilis.
Hyundai Hillstate tersingkir dari KOVO Cup 2026. Pelatih Kang Sung-hyung menyoroti kekompakan Kim Da-in, Megawati Hangestri, dan Jordan Wilson.
BGN DIY belum menentukan perluasan MBG prasmanan setelah uji coba di dua sekolah. Keputusan menunggu evaluasi pelaksanaan di lapangan.
Simak lima HP untuk selfie dan vlog pada 2026, dari iPhone 17 Pro hingga vivo V70. Bandingkan fitur kamera dan hal yang perlu diperiksa sebelum membeli.
PSIM Jogja tertahan di peringkat ke-16 dengan satu poin. Java United naik ke posisi ke-12, sedangkan Persijap terpuruk di dasar klasemen.