Jual Beli Remisi Narapidana Disorot, Pegawai Imipas Ditindak
Menteri Imipas Agus Andrianto menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pegawai yang diduga terlibat jual beli remisi narapidana.
Cuaca panas - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah faktor penyebab cuaca panas yang melanda berbagai wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026. Suhu udara maksimum bahkan mencapai 38,2 derajat Celsius di Lampung pada 12–13 Oktober 2026.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), cuaca pada Jumat (16/10/2026) diprakirakan cerah di seluruh kabupaten dan kota. Meski demikian, suhu udara maksimum di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja diprediksi mencapai 35 derajat Celsius.
Berdasarkan prakiraan cuaca, Kulonprogo diperkirakan mengalami suhu 24–31 derajat Celsius, Bantul dan Gunungkidul masing-masing 24–33 derajat Celsius, sedangkan Sleman berada pada kisaran 24–35 derajat Celsius. Adapun Kota Jogja diprakirakan memiliki suhu 25–35 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mengantisipasi paparan panas saat beraktivitas di luar ruangan, meskipun langit diprediksi cerah.
Suhu Lampung Capai 38,2 Derajat Celsius
Data pengamatan BMKG pada 12–13 Oktober 2026 menunjukkan Lampung menjadi wilayah dengan suhu maksimum tertinggi dalam data yang disampaikan, yakni 38,2 derajat Celsius.
Suhu tinggi juga tercatat di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing mencapai 37,8 derajat Celsius. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Papua Selatan mengalami suhu maksimum hingga 37,4 derajat Celsius.
Angka tersebut merupakan hasil pengamatan maksimum pada periode tertentu di lokasi yang diamati, bukan gambaran suhu udara di seluruh Indonesia. Catatan tersebut juga tidak otomatis menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami gelombang panas.
Dalam laporan prakiraan cuaca periode 16–22 Oktober 2026 yang diperbarui pada Kamis (15/10/2026), BMKG menyebut kondisi panas dan kering masih berpotensi berlangsung di sebagian wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpeluang terjadi secara lokal.
Ini Penyebab Cuaca Panas Menurut BMKG
BMKG menjelaskan peningkatan suhu udara dipengaruhi beberapa faktor yang berlangsung bersamaan. Faktor tersebut meliputi posisi semu matahari yang berada di selatan khatulistiwa, minimnya tutupan awan, serta kondisi atmosfer yang relatif kering.
Pada Oktober, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang cukup intens. Ketika tutupan awan sedikit, radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi dengan lebih leluasa sehingga pemanasan pada siang hari menjadi lebih kuat.
Kondisi atmosfer yang kering juga membatasi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. Akibatnya, cuaca terik dapat bertahan meskipun sebagian daerah mulai memasuki periode ketika curah hujan biasanya meningkat.
Namun, kondisi cuaca setiap daerah tetap berbeda. Wilayah yang mengalami panas menyengat masih dapat berdekatan dengan daerah yang berpotensi diguyur hujan.
El Nino Sangat Kuat dan IOD Positif Turut Berpengaruh
Selain penyinaran matahari dan tutupan awan, fenomena iklim global turut memengaruhi pola cuaca Indonesia. BMKG menyebut El Nino dengan intensitas sangat kuat masih memberikan pengaruh terhadap kondisi atmosfer.
Berdasarkan pemantauan pada awal Oktober 2026, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 tercatat positif 3,33 derajat Celsius. Sementara itu, indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) tiga bulanan untuk periode Agustus–September–Oktober mencapai positif 3,08.
Pada saat bersamaan, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase positif dengan indeks dasarian sebesar positif 0,703.
Kombinasi El Nino dan IOD positif tersebut cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di banyak wilayah Indonesia. Dampaknya, periode tanpa hujan dapat berlangsung lebih lama, kelembapan berkurang, dan permukaan tanah menjadi semakin kering.
Kondisi tersebut mendukung terbentuknya cuaca panas dan kering. Meski demikian, faktor iklim global tidak serta-merta menjelaskan seluruh kejadian suhu tinggi di setiap daerah karena kondisi lokal juga berpengaruh.
Apakah Indonesia Mengalami Gelombang Panas?
Suhu maksimum hingga 38,2 derajat Celsius dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan terjadinya gelombang panas atau heatwave di Indonesia.
Namun, suhu tinggi selama satu atau dua hari tidak otomatis dapat dikategorikan sebagai gelombang panas. Penentuannya perlu mempertimbangkan besarnya penyimpangan suhu dari kondisi normal suatu wilayah serta durasi kejadian.
Mengacu pada penjelasan klimatologi BMKG, gelombang panas merupakan kondisi ketika suhu udara meningkat jauh di atas rata-rata klimatologis suatu wilayah dan berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut.
Salah satu indikator yang digunakan adalah suhu maksimum harian yang melampaui ambang statistik tertentu, misalnya sekitar lima derajat Celsius di atas rata-rata klimatologis.
Dengan demikian, catatan suhu maksimum 38,2 derajat Celsius pada 12–13 Oktober 2026 belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Indonesia sedang mengalami gelombang panas. Penilaian membutuhkan pengamatan suhu berkelanjutan dan perbandingan dengan kondisi klimatologis setempat.
BMKG Catat 1.297 Titik Panas
Cuaca panas dan minimnya hujan turut meningkatkan perhatian terhadap risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mencatat 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi teridentifikasi di Indonesia pada 14 Oktober 2026. Sebanyak 505 titik berada di Sumatera, sedangkan Kalimantan mencatat 346 titik.
Wilayah Papua dan Maluku secara gabungan memiliki 330 titik panas. Sementara itu, Sulawesi mencatat 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa 12 titik.
BMKG mengingatkan bahwa titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit merupakan indikasi anomali panas permukaan. Data tersebut tidak selalu berarti setiap titik merupakan lokasi kebakaran yang telah terkonfirmasi.
Meski demikian, banyaknya titik panas di tengah kondisi vegetasi kering menjadi alasan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan menggunakan api, terutama di kawasan hutan, semak belukar, dan lahan gambut.
Rincian Prakiraan Cuaca DIY Jumat, 16 Oktober 2026
Berdasarkan data prakiraan cuaca yang disampaikan, seluruh wilayah DIY diprediksi cerah pada Jumat (16/10/2026). Sleman dan Kota Jogja memiliki suhu maksimum tertinggi, yakni mencapai 35 derajat Celsius.
Berikut rincian prakiraan cuaca, suhu udara, dan kelembapan di wilayah DIY:
Dengan prakiraan tersebut, masyarakat di Sleman dan Kota Jogja perlu memperhatikan kondisi panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Imbauan Menghadapi Cuaca Panas
Dalam laporan prakiraan cuaca yang diterbitkan pada 15 Oktober 2026, BMKG mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama musim kemarau masih berlangsung.
"Masyarakat diimbau untuk terus mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering seiring musim kemarau yang masih berlangsung," tulis BMKG dalam laporannya.
Masyarakat yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan. Penggunaan tabir surya juga disarankan ketika harus beraktivitas di bawah sinar matahari.
Selain menjaga kesehatan, warga perlu menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lingkungan kering. Masyarakat juga diharapkan memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri Imipas Agus Andrianto menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pegawai yang diduga terlibat jual beli remisi narapidana.
Universitas Sanata Dharma dan Georgetown University menggelar Georgetown Global Dialogues 2026 di Yogyakarta untuk membahas peran Global South
Pagar SMPN 4 Pengasih, Kulonprogo, miring dan rawan ambruk. Bupati memastikan perbaikan masuk prioritas anggaran 2027.
DPRD Bantul menyoroti infrastruktur Terminal Imogiri yang perlu diperbaiki untuk mendukung transportasi dan kenyamanan wisatawan.
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
PGRI Bantul melaporkan tunjangan profesi guru swasta Oktober 2026 belum cair. Guru berharap hak tersebut segera disalurkan.