Bantuan Pangan Disalurkan Agustus, Tiap Keluarga Dapat 30 Kg
Bapanas menyiapkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat yang akan disalurkan mulai Agustus 2026.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA-Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengutuk keras bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, di Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).
Ketua Umum Gus Yaqut mengatakan, ledakan bom juga terjadi di Gereja GKI Jalan Diponegoro dan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjono. Aksi bom bunuh diri di tengah jemaat tengah beribadah merupakan perbuatan keji dan tidak beradab.
“Kami mengutuk keras tindakan keji, biadab, dan tidak berperikemanusian tersebut. Apalagi dilakukan di saat jemaat tengah beribadah,” tegas Yaqut.
Yaqut meminta aparat kepolisian segera menangani kasus ini, terutama jemaat atau masyarakat yang menjadi korban, baik meninggal maupun luka-luka. Selanjutnya pihaknya meminta Polri mengusut cepat kasus bom bunuh diri tersebut.
“Kami minta aparat bertindak cepat untuk menangani kasus ini, memberikan jaminan keamanan dan rasa aman kepada masyarakat. Kami mendukung langkah tegas polisi dalam menangani aksi terorisme karena perbuatan mereka keji,” Gus Yaqut, sapaan akrabnya.
Menurut Gus Yaqut, aksi bom bunuh diri tersebut diduga kuat merupakan aksi lone wolf, jaringan atau sel terputus teroris. Yang menarik, masih kata Gus Yaqut, ada fenomena aksi lone wolf ini dilakukan kaum perempuan.
“Mereka terpapar radikalisme dan terorisme dari media sosial. Mereka bergerak sendiri, meski berbaiat dengan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Sebab itu mereka bisa membuat bom dan taktis dalam bergerak. Mereka akan terus melakukan teror. Saya melihat ini sudah darurat terorisme. Kejadian demi kejadian terus terjadi,” terangnya.
Gus Yaqut mengatakan, apa yang dilakukan tersebut dimaksudkan untuk melakukan teror kepada aparat dan masyarakat, terutama pasca peristiwa di Mako Brimob. Mereka memanfaatkan momentum peristiwa Mako Brimob.
Melihat kondisi ini Gus Yaqut meminta masyarakat untuk tenang. Serahkan semua kepada aparat kepolisian. “Tidak perlu takut, namun tetap waspada. Ayo, #BersatuLawanTeroris,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Bapanas menyiapkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat yang akan disalurkan mulai Agustus 2026.
Foto Messi menggendong bayi Lamine Yamal pada 2007 kini berujung duel di final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.
Riset kolaboratif mengungkap budaya Toalean di Sulsel berkembang dari tradisi teknologi batu lokal yang telah bertahan selama 40.000 tahun.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menjaga kedaulatan pangan regional
SPMB 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap madrasah di Kulonprogo meningkat. MAN 2 Kulonprogo menerima 238 siswa baru.
OIKN mengusulkan tambahan anggaran Rp2,7 triliun untuk pembangunan IKN batch 3, pengelolaan aset, dan pembebasan lahan periode 2026-2028.