AI Google Keliru, Kamera Flock Disebut Simpan Emas Rp12,5 Juta
AI Overviews Google keliru menyebut kamera Flock Safety mengandung emas hingga Rp12,5 juta. Studi juga menemukan banyak jawaban AI tak akurat.
Pelaku penyiram air keras terhada aktivis kontras terekam CCTV. /TikTok.
Harianjogja.com, JAKARTA—Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan, menaruh harapan besar pada penuntasan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus.
Insiden brutal oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) ini memicu sorotan tajam karena menargetkan sosok pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah situasi demokrasi saat ini.
Anies menegaskan bahwa pengusutan perkara ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja, melainkan harus menyentuh hingga ke otak penyerangan. Hal tersebut ia sampaikan saat menjenguk Andrie Yunus di RSCM Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3/2026).
Didampingi mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, Anies menyebut bahwa kemarahan publik atas kejadian ini merupakan reaksi yang wajar, namun harus tetap disalurkan melalui jalur hukum yang terstruktur.
“Kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya. Bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya. Dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya," ujar Anies di RSCM.
Menurutnya, keberanian Andrie Yunus dalam mendeteksi tanda-tanda kemunduran demokrasi adalah bukti dedikasi yang lebih mementingkan masa depan bangsa daripada keselamatan pribadi.
Meski tidak bisa bertemu langsung karena kondisi korban yang masih diisolasi, Anies telah menyampaikan dukungan moral melalui pihak keluarga.
Nada serupa dilontarkan Novel Baswedan yang menilai peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas murni. Indikasi ini terlihat dari modus operandi di mana korban dicegat dan diserang secara tiba-tiba tanpa ada perampasan harta benda.
Novel menekankan pentingnya membongkar motif di balik serangan tersebut agar tindakan biadab serupa tidak kembali terulang di masa depan.
Ia berharap aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras ini dijatuhi hukuman berat sebagai efek jera.
Kasus ini bermula saat Andrie Yunus diserang usai menghadiri kegiatan diskusi di Kantor YLBHI, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa korban baru saja menyelesaikan podcast bertema "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" sebelum dihadang OTK.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius mencapai 24% yang tersebar di area wajah, dada, mata, serta kedua tangan. Kondisi ini memerlukan penanganan medis intensif mengingat dampak jangka panjang dari cairan kimia berbahaya tersebut.
Menanggapi keresahan publik, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto memastikan bahwa Satreskrim Polres Jakarta Pusat tengah bekerja keras melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Aparat kini sedang menghimpun keterangan saksi-saksi dan bukti pendukung untuk segera meringkus pelaku. Kontras menilai insiden ini sebagai upaya nyata pembungkaman suara kritis pembela HAM dan mendesak otoritas terkait untuk memberikan atensi penuh agar keadilan bagi korban segera tegak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
AI Overviews Google keliru menyebut kamera Flock Safety mengandung emas hingga Rp12,5 juta. Studi juga menemukan banyak jawaban AI tak akurat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.