Kabut Asap dari Karhutla Indonesia, Malaysia Liburkan Sekolah
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah. Lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara.
Ledakan di gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018)./Ist-Okezone
Harianjogja.com, SURABAYA-Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam peristiwa ledakan di gereja Surabaya. Polisi juga belum bisa memastikan jumlah korban dalam peristiwa tersebut.
Kabid Humas Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pihaknya meminta waktu agar bisa mengolah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di empat gereja di Surabaya, Jawa Timur, pagi ini, Minggu (13/5/2018). Diduga ledakan akibat bom bunuh diri.
"Kinta minta spare waktu untuk olah TKP, menutup TKP, beri kesempatan kepda kami," kata Kombes Frans.
Frans mengkonfirmasi bahwa ledakan terjadi di 4 lokasi, yakni di Gereja GKI Diponegoro, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, di Jalan Arjuno dan Embo Malang.
Soal korban, Frans mengatakan ada korban tewas, tapi pihaknya belum bisa mengonfirmasi soal jumlah korban, baik yang tewas maupun yang luka-luka.
"Yang jelas ada yang meninggal, mohon maaf, ikut berduka cita," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah. Lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara.
Disdikpora DIY mencatat 4.439 guru SMA per Januari 2026 dan memetakan kebutuhan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PPKn, Bahasa Jawa, serta BK.
Jakmania memadati SSA saat Persija menang 4-0 atas PSIM. Shin Tae-yong menilai dukungan suporter menjadi salah satu kunci juara.
Davide Brivio menilai Marc Marquez dan Jorge Martin terlalu agresif saat start sprint MotoGP Mandalika hingga Bezzecchi dan Raul Fernandez crash.
Indonesia meraih perunggu Piala Suhandinata 2026 setelah kalah dari Malaysia. Eskar Denatara menyoroti tekanan mental pemain.
Jean-Paul van Gastel tetap bangga dengan perjuangan PSIM Jogja meski kalah 0-4 dari Persija. Ze Valente menyoroti perbedaan kualitas kedua tim.