Advertisement
Paus Dengan Tubuh Terluka Terdampar di Pantai Kupang, Tak Mau Kembali ke Habitatnya
Warga menyaksikan seekor ikan paus jenis kepala m/2018elon (Peponocephala Electra) terdampar di pesisir pantai Oesapa Kota Kupang, NTT, Sabtu (12/5/2018). Ikan paus diduga terpisah dari kawanannya dan stres karena adanya luka bekas tombakan di badannya. - Antara/Kornelis Kaha
Advertisement
Harianjogja.com, KUPANG- Paus dengan tubuh luka terdampar di perairan Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ingin diselamatkan warga, paus ini tak mau kembali ke habitatnya.
Seekor paus berkepala melon (Peponocephala Electra), Sabtu (12/5/2018), terdampar di pesisir pantai Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Advertisement
Sejumlah nelayan dan beberapa petugas dari Balai Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPDSL) Nusa Tenggara Timur, berusaha untuk memandu paus tersebut kembali ke habitatnya.
"Paus ini sudah terdampar sejak pukul 11.30 Wita dan kami berusaha untuk mendorong kembali ke laut lepas, namun dia [paus] selalu kembali ke pesisir," kata Marlen Mesakh Nale kepada wartawan, Sabtu.
BACA JUGA
Marlen menceritakan keberadaan paus itu pertama kali diketahui oleh nelayan setempat yang sedang melakukan berbagai aktivitas di pesisir pantai.
Usai mengetahui hal itu, nelayan yang sedang beraktivitas itu memanggil nelayan lainnya untuk mendorong paus berkepala melon itu ke dalam laut.
Namun, usaha itu sia-sia sebab selama kurang lebih empat jam paus itu tak ingin kembali ke habitatnya di laut lepas.
Bahkan sampai pukul 16.00 Wita paus itu masih berada di pesisir pantai dan dikerubuti warga sekitar yang sedang berekreasi di pesisir pantai tersebut.
Hampir di sekujur tubuh dari mamalia itu mengalami luka sayatan. Selain itu di dekat ekornya, ada bekas luka tombak yang diduga karena ditombak oleh para pemburu paus yang tak bertanggungjawab.
Sementara itu Staf Balai Sumber Daya Pesisir dan Laut (BSDPL) Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur Puput Yuniarti mengatakan terdamparnya paus itu diduga karena terpisah dari kawanannya.
"Paus ini susah kembali ke laut karena bisa juga mengalami stres karena dari siang dikerubuti warga, apalagi saya dengar ada yang menaikinya. Hal ini juga yang menyebabkan dia lelah dan susah berenang," tuturnya.
Sampai berita ini diturunkan paus tersebut masih bermain-main di sekitar bibir pantai Oesapa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkab Sleman Siapkan Rp55 Miliar untuk Premi JKN di APBD 2026
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Shaqueel van Persie Tak Perlu Operasi, Peluang Comeback Musim Ini
- Sabtu Berdarah di Balochistan Pakistan, 33 Orang Tewas Oleh Separatis
- MU vs Fulham, Carrick Diuji di Old Trafford Saat Cedera Menghantui
- Puasa Ayyamul Bidh Syakban 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Keutamaannya
- Pisa SC Pecat Gilardino seusai Dibungkam Sassuolo, Jay Idzes Disorot
- Android 16 Masih Lambat Diadopsi, Baru 7,5 Persen Perangkat Global
- Ganti Rugi Tanah JJLS Garongan-Congot Ditargetkan Tuntas 2027-2028
Advertisement
Advertisement



