Gempa Kolombia, Korban Tewas Terus Bertambah Menjadi 190 Orang
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ilustrasi mayat kecelakaan. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Harianjogja.com, KENDAL- Tawuran pelajar hingga menewaskan satu orang, terjadi di Jalan Arteri Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Kamis (19/4/2018). Polres Kendal masih menyelidiki kasus tawuran tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kendal AKP Aris Munandar, Jumat (20/4/2018) mengatakan para siswa yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut masih dimintai keterangan.
"Saat ini masih diperiksa, masih dalam penanganan," katanya, seperti dikutip dari Antara.
Aris sendiri belum menjelaskan tentang tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus tersebut.
Tawuran antarpelajar terjadi di Jalan Arteri Kaliwungu Kendal pada Kamis (19/4/2018) petang.
Seorang pelajar SMK swasta di Kendal, WPP, dilaporkan menjadi korban tewas dalam tawuran tersebut.
Warga Dusun Turunrejo, Brangsong, Kabupaten Kendal tersebut tewas akibat luka sabetan senjata tajam di bagian pinggang.
Tawuran itu sendiri diduga terjadi antara siswa dari Kabupaten Kendal dan Kota Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.