Siswa di Kulonprogo Bakal Diajarkan Memanah di Sekolah

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengikuti Gladhen Hageng Jemparingan Mataraman di Alun-alun Wates, Minggu (22/10/2017) kemarin. Kegiatan berskala nasional tersebut termasuk dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kulonprogo ke-66.(Istimewa - Dok.Humas Pemkab Kulonprogo)
23 Oktober 2017 22:40 WIB Rima Sekarani News Share :

Olahraga tradisional memanah, Jemparingan, bakal jadi ekstrakurikuler di sekolah

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemkab Kulonprogo berencana memasukkan olahraga tradisional Jemparingan dalam kurikulum pendidikan karakter di sekolah. Hal itu diharapkan menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kelestarian budaya kemataraman sejak dini.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, Pemkab Kulonprogo sedang mematangkan persiapan optimalisasi penerapan Peraturan Daerah No.18/2015 tentang Pendidikan Karakter di jenjang SD dan SMP sederajat mulai tahun 2018. Pihaknya menyusun peraturan bupati serta sejumlah modul sebagai pendukung. “Nanti ada ekstrakurikuler wajib kemataraman dalam kurikulum. Prakteknya misal bahasa Jawa, menulis aksara Jawa, dan akan kiita masukkan juga latihan Jemparingan,” ujar Hasto, Senin (23/10/2017).

Hasto mengakui pembuatan modul terkait materi pendidikan karakter kemataraman menjadi yang paling sulit. Hal itu karena model pendidikan karakter seperti itu belum ada di kabupaten lain sehingga tim mengalami beberapa kendala karena tidak memiliki banyak referensi.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya mematangkan konsep pendidikan karakter kemataraman dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk saat ide untuk menjadikan Jemparingan sebagai ekstrakurikuler muncul. “Harapannya tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya yang berkepribadian nusantara saja tapi juga untuk olahraga fisik dan melatih konsentrasi,” kata dia.