KURIKULUM 2013 DICABUT : Bagaimana Penerapan Kurikulum Nasional?

Panitia Musyawarah Nasional & Seminar Nasional Keluarga Alumni Universitas PGRI Yogyakarta (KAUPY) mengunjungi Griya Harian Jogja. Dalam kesempatan ini, Rektor UPY, Buchory (berdasi paling kanan) menyampaikan temu alumni ini dapat menjadi aset besar bagi diri UPY maupun pendidikan secara umum. Sebab alumni UPY kini telah tersebar di 25 provinsi di Indonesia. (JIBI/Harian Jogja - Gigih M. Hanafi)
08 Juli 2015 16:20 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Kurikulum 2013 dicabut masih menyisakan sejumlah masalah.

Harianjogja.com, JOGJA-Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) akan mengadakan musyawarah dan seminar nasional bertema Wacana Penerapan Kurikulum Nasional pada 25 Juli 2015.

Rektor UPY, Buchrory menyampaikan tahun lalu, secara resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencabut kurikulum 2013 dan kembali menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi sekolah yang baru saja menerapkan sistem pendidikan baru tersebut.

“Pendidik akhirnya yang kerepotan, diminta kembali ke KTSP tetapi materi ajar susah diakses. Pendidik dan siswa menjadi kesulitan,” terangnya saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Rabu (8/7/2015).

Fakta ini, tambahnya, yang coba diangkat Panitia Musyawarah Nasional & Seminar Nasional Keluarga Alumni Universitas PGRI Yogyakarta (KAUPY) untuk mengadakan musyawarah dan munas nasional pada Sabtu (25/7/2015).

Sebagai pembicara, panitia mengundang Mantan Dirjen Dikdas dan Evaluator Kurikulum 2013, Suyanto untuk menjabarkan mengenai Wacana Penerapan Kurikulum Nasional pada 25 Juli 2015 di Auditorium Kampus UPY.