KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Petugas memilah naskah soal dan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) 2015 untuk SMA dan sekolah sederajat di Madiun, Jawa Timur, Kamis (9/4/2015). Logistik Ujian Nasional paper based test (PBT) tersebut selanjutnya dikarantina dalam ruangan dengan pintu dan jendela yang disegel dan dijaga polisi demi menghindari terjadinya kebocoran soal. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
UN SMP 2015, penyebab siswa mundur perlu dikaji ulang.
Harianjogja.com, SLEMAN-Sepuluh siswa tercatat tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP/MTs tahun ini. Meski ada yang sudah tercatat sebagai daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN namun peserta akhirnya tetap mengundurkan diri menjelang pelaksanaan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan berdasarkan laporan sekolah, siswa mengundurkan diri lantaran sudah tidak memiliki motivasi dalam belajar.
"Sebagai catatan UN tahun depan, perlu ada pengkajian lebih dalam mengapa siswa sampai kehilangan motivasi belajar. Meaki sudah dilakukan pembinaan tetapi masih ingin mundur itu kenapa. Bisa dikaji dari orang tuanya juga jangan hanya siswanya," papar Arif, Kamis (7/5/2015).
Sebab siswa mengundurkan diri dapat ditinjau dari berbagai sisi. Misalnya dari segi ekonomi, kesiapan mental menghadapi UN, hingga latar belakang keluarga. Kondisi keluarga yang bermasalah atau broken home juga bisa memicu melemahnya minat siswa melanjutkan pendidikan.
"Jadi jangan siswa yang disalahkan," tegasnya.
Ke depan, lanjut Arif, kunjungan sekolah ke rumah-rumah siswa atau home visit dapat semakin ditingkatkan. Tujuannya untuk memberi motivasi belajar pada siswa dan mengetahui keseharian siswa di rumahnya.
Arif mengatakan, meski ada sepuluh siswa yang tidak mengikuti UN karena mengundurkan diri namun nilai mereka tidak berpengaruh pada pemetaan. Nilai yang digunakan sebagai pemetaan hanya berdasarkan siswa yang mengikuti UN.
Secara umum, pelaksanaan UN SMP/MTs tahun ini tidak mengalami kendala. Baik dari pendistribusian naskah soal dari Disdikpora provinsi ke pokja, pokja ke sekolah, sekolah dikembalikan lagi ke pokja hingga pengamanan soal, berjalan lancar.
Minggu depan, siswa yang tidak mengikuti UN dapat melaksanakan UN susulan.
"Hari pertama [Senin, 11/5/2015] jadwalnya Bahasa Indonesia ada tiga siswa susulan. Hari kedua matematika ada empat. Hari ketiga Bahasa Inggris lima siswa dan hari terakhir IPA ada tiga siswa," papar Kepala Bidang (Kabid) Kurikulum dan Kesiswaan, Disdikpora Sleman, Ery Wirdayana.
Semua siswa yang terdaftar dalam UN susulan itu tidak dapat mengikuti UN pada Senin (4/5/2015) sampai Kamis (7/5/2015) karena sakit. Mereka akan mengikuti UN susulan di pokja dan menggunakan kartu ujian yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.