UN SMP 2015 : Apa Penyebab Siswa Mundur?

Petugas memilah naskah soal dan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) 2015 untuk SMA dan sekolah sederajat di Madiun, Jawa Timur, Kamis (9/4/2015). Logistik Ujian Nasional paper based test (PBT) tersebut selanjutnya dikarantina dalam ruangan dengan pintu dan jendela yang disegel dan dijaga polisi demi menghindari terjadinya kebocoran soal. (JIBI/Solopos/Antara - Siswowidodo)
09 Mei 2015 06:20 WIB News Share :

UN SMP 2015, penyebab siswa mundur perlu dikaji ulang.

Harianjogja.com, SLEMAN-Sepuluh siswa tercatat tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP/MTs tahun ini. Meski ada yang sudah tercatat sebagai daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN namun peserta akhirnya tetap mengundurkan diri menjelang pelaksanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan berdasarkan laporan sekolah, siswa mengundurkan diri lantaran sudah tidak memiliki motivasi dalam belajar.

"Sebagai catatan UN tahun depan, perlu ada pengkajian lebih dalam mengapa siswa sampai kehilangan motivasi belajar. Meaki sudah dilakukan pembinaan tetapi masih ingin mundur itu kenapa. Bisa dikaji dari orang tuanya juga jangan hanya siswanya," papar Arif, Kamis (7/5/2015).

Sebab siswa mengundurkan diri dapat ditinjau dari berbagai sisi. Misalnya dari segi ekonomi, kesiapan mental menghadapi UN, hingga latar belakang keluarga. Kondisi keluarga yang bermasalah atau broken home juga bisa memicu melemahnya minat siswa melanjutkan pendidikan.

"Jadi jangan siswa yang disalahkan," tegasnya.

Ke depan, lanjut Arif, kunjungan sekolah ke rumah-rumah siswa atau home visit dapat semakin ditingkatkan. Tujuannya untuk memberi motivasi belajar pada siswa dan mengetahui keseharian siswa di rumahnya.

Arif mengatakan, meski ada sepuluh siswa yang tidak mengikuti UN karena mengundurkan diri namun nilai mereka tidak berpengaruh pada pemetaan. Nilai yang digunakan sebagai pemetaan hanya berdasarkan siswa yang mengikuti UN.

Secara umum, pelaksanaan UN SMP/MTs tahun ini tidak mengalami kendala. Baik dari pendistribusian naskah soal dari Disdikpora provinsi ke pokja, pokja ke sekolah, sekolah dikembalikan lagi ke pokja hingga pengamanan soal, berjalan lancar.

Minggu depan, siswa yang tidak mengikuti UN dapat melaksanakan UN susulan.

"Hari pertama [Senin, 11/5/2015] jadwalnya Bahasa Indonesia ada tiga siswa susulan. Hari kedua matematika ada empat. Hari ketiga Bahasa Inggris lima siswa dan hari terakhir IPA ada tiga siswa," papar Kepala Bidang (Kabid) Kurikulum dan Kesiswaan, Disdikpora Sleman, Ery Wirdayana.

Semua siswa yang terdaftar dalam UN susulan itu tidak dapat mengikuti UN pada Senin (4/5/2015) sampai Kamis (7/5/2015) karena sakit. Mereka akan mengikuti UN susulan di pokja dan menggunakan kartu ujian yang sama.