73.363 BPJS Dinonaktifkan, Gunungkidul Aktivasi Ulang 32.845 Peserta
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
ilustrasi Ujian Nasional SMP (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)
UN SMP 2015 di Gunungkidul diwarnai dengan 39 siswa yang mundur. Adapun Disdikpora setempat pun membentuk tim khusus untuk mengusut persoalan ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab 39 murid sekolah menengah pertama yang mengundurkan diri sdari ujian nasional (UN).
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid prihatin dengan jumlah murid SMP yang tahun ini mundur dari UN. Jumlah itu termasuk yang tertinggi di DIY. Tim khusus bertugas untuk melakukan penyisiran sehingga bisa diketahui penyebab siswa mengundurkan diri.
“Penelusuran bisa dilakukann mulai dari sekolah masing-masing anak,” ujar mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Gunungkidul itu, Selasa (5/5/2015).
Bahron memaparkan data sementara menyebutkan penyebab siswa memutuskan keluar dikarenakan beberapa faktor, di antaranya bekerja dan menikah. Namun, jika saat penelusuran ditemukan siswa yang keluar karena malas, maka si anak tersebut akan diberikan motivasi agar kembali melanjutkan lagi.
“Ya kalau memang sudah menikah atau sudah nyaman bekerja, Disdikpora tidak bisa berbuat banyak,” tutur Bahron.
Meski demikian, para murid masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan. Ada dua cara yang digunakan, pertama siswa kembali ke sekolah dan mengulang di kelas terakhir, atau melanjutkan di kelas program kesetaraan.
Tahun lalu ada sekitar 1.200 siswa SMP yang tidak melanjutkan ke pendidikan. Jumlah tersebut berkurang 500 anak dibandingkan yang terjadi di 2013, dengan sekitar 1.700 siswa yang tak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
“Kami [Disdikpora] akan terus melakukan berbagai cara agar para anak mau melanjutkan pendidikan sampai 12 tahun,” kata Bahron.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul Dodi Wijaya meminta Disdikpora memberikan perhatian kepada siswa yang mengundurkan diri dari UN. Hal ini penting karena menyangkut masa depan anak yang bersangkutan serta memengaruhi pelaksanaan pendidikan di Gunungkidul.
“Saya minta segera dicari akar permasalahannya sehingga bisa ditemukan solusi,” ucapnya.
Politikus Partai Amanat Nasional itu berpendapat masalah ekonomi bukan faktor utama penyebab siswa memutuskan mundur karena pendidikan dasar difasilitasi pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Melvyn Lorenzen menilai PSS Sleman memiliki tim kompetitif dan staf pelatih berkualitas setelah resmi bergabung dengan Super Elja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Googlebook Lenovo mulai terungkap ke publik. Laptop baru Google ini menggabungkan Android, Gemini AI, dan ChromeOS.
Justin Hubner memilih bertahan di Eropa setelah Fortuna Sittard menolak tawaran Persija Jakarta yang disebut bernilai jutaan.
Kunjungan wisatawan ke Sleman naik 14% menjadi 4,56 juta pada Semester I 2026. Wisatawan nusantara mendominasi hingga 98,2%.