UN SMP 2015 : Pengamanan UN di DIY Super Ketat

Petugas memilah naskah soal dan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) 2015 untuk SMA dan sekolah sederajat di Madiun, Jawa Timur, Kamis (9/4/2015). Logistik Ujian Nasional paper based test (PBT) tersebut selanjutnya dikarantina dalam ruangan dengan pintu dan jendela yang disegel dan dijaga polisi demi menghindari terjadinya kebocoran soal. (JIBI/Solopos/Antara - Siswowidodo)
02 Mei 2015 20:20 WIB News Share :

UN SMP 2015 di DIY, pengamanan dilakukan sangat ketat

Harianjogja.com, JOGJA-Pengamanan Ujian Nasional (UN) SMP di DIY super ketat. Tujuannya, supaya kebocoran soal yang terjadi saat UN SMA baru-baru ini tidak terulang.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMPN 5 Jogja Abdurahman menuturkan standard operational procedure (SOP) pengamanan soal dan pelaksanaan ujian sudah dilakukan setiap tahun. Hanya saja, kata dia, pengamanan kali ini lebih ditingkatkan.

"Salah satu cara agar tidak terjadi kebocoran soal seperti yang terjadi di tingkat SMA kemarin," paparnya, Sabtu (2/5/2015).

Diuraikannya, langkah yang ditempuh sekolah yang termasuk dalam sub rayon ini, antara lain, pengadaan CCTV di semua ruang ujian, pengamanan berlapis penyimpanan soal, dan sebagainya.

CCTV, sebut Abdurahman, dipasang di seluruh ruang ujian yang berjumlah 15. Sementara, tahun lalu belum semua ruang ujian terpasang CCTV. Demikian pula dengan pengamanan berlapis penyimpanan soal dilakukan dengan dua kali penguncian.

"Kunci pertama dibawa kepala sekolah dan kunci kedua dibawa polisi, jadi kepala sekolah tidak bisa membuka tempat penyimpanan soal sendiri, melainkan harus didampingi polisi," terangnya.

Ditambahkannya, sebanyak 291 murid SMPN 5 Jogja akan mengikuti UN dan sampai saat ini belum ada yang berniat untuk izin atau mengikuti ujian susulan.

Menurutnya, sekalipun tidak menentukan kelulusan namun nilai UN berpengaruh dalam memilih SMA.

Ketua Panitia UN DIY Suroyo mengingatkan pengawas maupun guru agar tidak lengah dalam menghadapi UN SMP. "Harus belajar dari pengalaman UN SMA, jangan sampai terjadi kebocoran lagi," tegasnya.

Ia meminta, pengawasan dilakukan dengan ketat di setiap tahap, mulai dari distribusi soal hingga pengembalian lembar jawaban.
Suroyo menjabarkan UN SMP DIY diikuti 51.101 murid di 544 sekolah penyelenggara.

Dari pantauan di GOR Amongrogo, distribusi soal mulai dilakukan pukul 09.00 ke 66 sub rayon di lima kabupaten dan kota DIY. Sebanyak 11 armada yang terdiri dari mobil box dan MPV diterjunkan. Pendistribusian dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dan dikawal Polda DIY.