KPK Tahan 7 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
OSN 2015, Disdik Kota Jogja meminta persiapan OSN lebih serius agar tidak lagi ditemukan soal rusak atau tak jelas.
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar mempersiapkan soal Olimpiade Sains Nasional (OSN)SMA dengan lebih serius. Pasalnya, pada pelaksanaan OSN SMA tingkat kota Rabu (11/2/2015) lalu, ditemukan soal tidak jelas pada mata pelajaran geografi dan fisika.
Soal geografi nomor 58 tidak disertai dengan pertanyaan namun ada lima pilihan jawaban. Dalam soal tersebut terdapat tiga kotak yang masing-masing tertulis kelahiran 2.000.000 jiwa, kematian 400.000 jiwa dan total populasi 800.000 jiwa. Tanpa disertai petunjuk pertanyaan yang jelas, lima pilihan jawaban dari A sampai E terpampang di bawah kotak. Ada poin diketahui, ada pilihan jawaban, namun tidak ada poin yang ditanyakan.
Sementara untuk soal fisika, dari tujuh soal esai yang diajukan, tiga soal juga dinilai rancu. Ada gambar yang salah dan tidak sesuai dengan master soal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kesalahan soal membuat proses olimpiade menjadi terhambat.
“Kami [Disdik] sudah langsung lapor ke Direktorat Jenderal P-SMA [Pembinaan Sekolah Menengah Atas], juga kepada provinsi. Harapan saya, soalnya digarap yang benar mengacu pada kaedah soal yang benar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kota Jogja, Suhartati, Jumat (20/2/2012). Hal itu menurutnya perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kerugian pada siswa.
Siswa yang lolos OSN tingkat kota akan mengikuti OSN tingkat provinsi sebelum bulan Mei mendatang. Suhartati meminta agar kesalahan yang sama tidak terjadi pada OSN tingkat provinsi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji, menghimbau agar peserta maupun pengawas OSN dapat memberi masukan pada panitia OSN. “Panitia bisa mengkaji lagi apakah soal yang tidak jelas dapat dianulir, semua jawaban dianggap benar atau dianggap tidak ada,” tutur Aji.
Jika terdapat kesalahan soal, lanjutnya, dapat menjadi evaluasi untuk melaksanakan OSN di tingkat provinsi. Proses penyusunan soal dapat lebih diperketat lagi terutama pada tahap koreksi soal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
Bahlil Lahadalia memastikan pengadaan impor minyak melalui BLU Lemigas tidak memakai APBN. Skema Perpres 107/2026 masih dalam masa transisi.
Cisdi mendesak kenaikan cukai rokok 50%. Riset memperkirakan output ekonomi naik Rp315,1 triliun dan 1,14 juta lapangan kerja tercipta.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.