KISAH INSPIRATIF : Alami Cerebral Palsy, Hu Mampu Tulis Novel Menggunakan Kaki

Hu Huiyuan mengalami cerebral palsy sejak lahir (Dailymail)
28 Januari 2015 16:20 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Kisah inspiratif dari Hu Huiyuan. Gadis asak Tiongkok ini mampu mengetik menggunakan kaki kirinya.

Harianjogja.com, TIONGKOK-Adalah Hu Huiyuan. Perempuan asal Anhui, Tiongkok Timur ini mengalami cerebral palsy sejak lahir. Kendati memiliki kelemahan secara fisik, gadis 21 tahun ini mampu menulis novel fiksi sepanjang 60.000 kata menggunakan kaki kirinya.

Anhui merupakan provinsi di sebuah pedesaan di Tiongkok. Di daerah itu, anak-anak yang berbadan sehat harus bekerja keras untuk menempuh pendidikan formal. Kendati demikian, Hu tak ingin menyerah begitu saja. Dengan tekad yang kuat, Hu belajar membaca dan menulis melalui teks film-film yang ditayangkan di televisi.

Keinginan yang keras ini mengakibatkan dia mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahannya. Salahsatu kelemahan yang ia miliki seperti badannya bergoyang saat mengetik di laptop. Alhasil, dia mengikat dirinya di atas kursi roda agar tubuhnya tetap stabil.

Keseriusannya membuahkan hasil. Hu kini dapat menulis 20-30 kata dalam semenit. Kini dia menyelesaikan enam bab dari delapan bab bukunya.

Orang tua Hu, Peng, 49, dan istri, Sun, 47, mengatakan Hu berusaha keras mengatasi keterbatasannya. Tekad ini ia buktikan sejak lahir.

"Ketika dia dilahirkan, dokter mengatakan dia hanya dapat bertahan selama beberapa hari, tetapi dia mampu membuktikan itu salah. Setelah melalui masa kritis, awalnya kami tidak tahu apa yang salah dengannya. Baru 10 bulan kemudian, dokter mengatakan Hu mengalami cerebral palsy," terang Peng seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (27/1/2015).

"Bagian tubuhnya yang dapat bergerak bebas hanyalah kepala dan kaki, tetapi dia sangat luar biasa sehingga mampu mengatasi keterbatasannya. Dia juga belajar bagaimana melakukan segala sesuatu yang kecil setiap hari, hanya dengan menggunakan kakinya," papar dia.

Saat diwawancara stasiun televisi lokal, Hu membeberkan rahasia keberhasilannya.

"Aku mendidik diriku sendiri. Aku sangat menghargai mendapat kesempatan dapat membaca. Dengan menulis, aku dapat berkomunikasi dengan banyak orang. Aku tidak jenius tetapi sangat fokus. Jika kamu memiliki kelemahan seperti aku, kamu harus belajar dengan sabar," ucapnya.

Sun menuturkan meski tidak dapat bersekolah, tetapi Hu berusaha keras mengatasi masalahnya dengan belajar melalui teks film di televisi. Tekad kuat Hu ini dimilikinya sejak dia masih belia.

Untuk urusan berbicara, Hu tergolong lambat di banding anak normal pada umumnya. Namun dia tidak pernah berhenti menyerah. Bahkan Hu akan mencoba 1.000 kali agar dapat mengucapkan dengan benar.

"Mengetik menggunakan kaki bukan hal yang mudah buat semua orang," tambah Sun.

Hu merupakan satu di antara penyandang disabel dari Tiongkok yang menghadapi kelemahan fisik. Ditengah fasilitas disabilitas yang minim di negeri tersebut, setidaknya Hu dan rekan-rekannya berhasil membuktikan kekurangan fisik bukan hambatan meraih sesuatu yang diinginkan.

September 2014, Wang Qiang, 29, juga didiagnosa dengan cerebral palsy. Kendati demikian dia berhasil mengikuti kompetisi tinju profesional. Wang mewakili kota di Timur Shanghai.

September lalu, Wang Qiang, seorang pria 29 tahun yang didiagnosis dengan cerebral palsy, memenuhi mimpinya bergabung dengan kompetisi tinju profesional ketika dia mendaftar di timur kota Shanghai.