ENERGI ALTERNATIF : Apa Kabar Konversi BBM ke BBG?

Bisnis/Alby AlbahiDOMINASI PENGGUNAAN GASPetugas melayani pengisian bahan bakar gas di salah satu SPBG di Jakarta, Senin (10 - 3). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan pasokan gas transportasi di Jakarta sekitar 20 hingga 30 mmscfd, namun hanya 2 mmscfd yang terserap yang didominasi oleh moda transportasi Transjakarta.
24 Januari 2015 01:20 WIB Redaksi Solopos News Share :

Energi alternatif berupa konversi BBM ke BBG belum juga 'naik kelas'.

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah perlu kembali memprioritaskan penyediaan infrastruktur penunjang rencana pelaksanaan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).

Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Deendarlianto mengatakan jika hal ini terlaksana, Indonesia tidak terlalu terpengaruh dengan fluktuasi harga minyak dunia. Sayang, kata dia, upaya penyediaan infrastruktur konversi BBM ke BBG terkesan belum serius dipersiapkan.

"Infrastruktur seperti ketersediaan konverter kit dan bengkel serta pipanisasi yang dapat melakukan pengkonversian BBM ke BBG harus segera disiapkan," kata dia, Kamis (22/1/2015).

Adapun konversi BBM ke BBG itu akan menguntungkan dari sisi ekonomi maupun sisi perlindungan energi nasional.

"Bayangkan saja cadangan minyak bumi kita tinggal 12 tahun lagi.Sementara bahan bakar gas masih sampai 59 tahun," kata dia.

Pemerintah, lanjut dia, juga harus mampu menjamin pasokan gas senantiasa tercukupi. Jangan sampai, tegasnya, ketika diberlakukan justru terjadi kekurangan. Misal seperti saat ini, pasokan gas lebih banyak diekspor dibanding kebutuhan dalam negeri.

Selain membenahi berbagai masalah infrastruktur dan sistem, Deendarlianto juga mengingatkan pemerintah menggalakan sosialisasi. Sebab masih banyak yang belum paham mengenai konversi energi.