Advertisement
Agus Burhan Jadi Rektor Baru ISI Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Proses pemilihan Rektor baru Institute Seni Indonesia (ISI) Jogja akhirnya selesai, Kamis (20/11/2014).
Dalam pemungutan suara, Muhammad Agus Burhan berhasil meraih paling banyak suara dari total tiga kandidat yang maju dalam
pemilihan. Dua kandidat pesaing Agus Burhan adalah Martinus Dwi Marianto dan I Wayan Dana.
Denga tuntasnya masa pemilihan tersebut, Agus Burhan akan memegang pimpinan ISI hingga 2018 mendatang. Agus menggantikan
posisi Rektor lama, Hermien Kusmayati yang habis masa jabatannya.
Advertisement
Ketua Panitia Pemilihan Rektor ISI Jogja AG Hartono menjelaskan pemilihan rektor sudah sesuai dengan Peraturan Mendikbud
Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/ Direktur pada Perguruan Tinggi Pemerintah dan Peraturan ISI Jogja Nomor 199/KEP/2014 tentang Pedoman Pemilihan Calon Pimpinan di lingkungan ISI Jogja.
"Pemilihan rektor diawali dengan tahap penjaringan. Panitia mendata dosen yang memenuhi syarat untuk dipilih menjadi bakal calon Rektor ISI Jogja. Dari 18 dosen yang memenuhi persyaratan, hanya enam dosen yang bersedia dipilih dengan mengembalikan formulir yang dikirim oleh panitia," papar Hartono, Kamis (20/11/2014).
Dalam tahap penyaringan selanjutnya, panitia melibatkan semua dosen ISI yang memiliki hak pilih untuk melakukan pemilihan melalui pemungutan suara. Pada proses ini, Burhan sebenarnya justru kalah pamor dengan Martinus Dwiw Maryanto. Burhan hanya mendulang 75 suara, sementara Martinus meninggalkan jauh dengan pancapaian 117 suara. Satu kandidata, I Wayan Dana dalam tahap ini hanya meraup 40 dukungan.
Dari tiga nama tersebut, pemilihan satu nama rektor dilakukan Senat ISI Jogja dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ristek (Mendiktiristek) atau yang dikuasakan. Dalam hal ini Mendiktiristek memberi kuasa penuh kepada Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu Agus Subekti.
Dalam pemilihan tersebut, anggota Senat ISI yang berjumlah 27 orang memberikan suaranya. Namun dua anggotanya berhalangan hadir lantaran tugas ke luar negeri sehingga dinyatakan gugur suaranya.
"Suara anggota senat yang hadir adalah 65 persen atau 25 suara. Sedangkan Mendiktiristek sesuai ketentuan mendapatkan kuota 35 persen atau 13 suara," jelasnya.
Dalam tahap final itu, tiga kandidat sempat mempresentasikan visi dan misi. Di sinilah Burhan bisa membalikkan keadaan atas kekalahannya di tahap sebelumya. Visi dan misinya mampu memikat anggota senat sehingga bisa mendulang kemenangan. Agus mendapat 19 suara. Mertinus membuntutinya dengan 12 suara. Kandidat ketiga I Wayan Dana cuma meraup tujuh suara.
"Dengan demikian Agus Burhan ditetapkan menjadi Rektor ISI Yogyakarta periode 2014-2018," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Suara Berisik dari Gudang Bongkar Aksi Pencurian di Godean Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 3 April 2026
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
Advertisement
Advertisement




