ROYAL WEDDING NGAYOGYAKARTA : Ijab Dhaup Ageng, Untuk Register Tamu Pakai Ipad

22 Oktober 2013 00:15 WIB News Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Hari ini, Selasa (22/10/2013) GKR Hayu dan KPH Notonegoro akan resmi menjadi suami istri. Rencananya, ijab qobul akan dilaksanakan di Masjid Panepen, kompleks Kraton.

Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan langsung menikahkan putri keempatnya tersebut. Sesuai tradisi kraton, ijab qobul hanya akan dihadiri KPH Notonegoro.

Setelah ijab, acara akan dilanjutkan panggih di Bangsa Kencana. Dalam acara tersebut Presiden, Wakil Presiden dan sejumlah tamu penting akan hadir.

Menariknya, prosesi pernikahan Hayu akan menerapkan aplikasi software payment (sistem pembayaran), bagi undangan. Melalui aplikasi yang tersambung dalam Ipad, tamu akan terlebih dahulu didata identitasnya.

Tamu undangan yang tak terdata dalam data base aplikasi tersebut, dipastikan tidak bakal diizinkan masuk dalam acara panggih atau resepsi Dhaup Ageng di Bangsal Kepatihan, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah DIY, Rabu (23/10/2013).

“Terkecuali ada catatan khusus bagi tamu undangan tertentu yang terdeteksi melalui menu status card di aplikasi software ipad,” ujar Tjiputro, Director Teravin Technovation kepada Harianjogja.com, Senin (21/10/2013).

Aplikasi ini ditawarkan oleh Tjiputra, untuk menjawab kebutuhan Hayu yang menginginkan ada segi keamanan dalam hal register tamu. Tjiputra adalah teman dekat Hayu saat bekerja di sebuah perusahaan information technology (IT).
Karena itu, apa saja yang berbau dengan perkembangan aplikasi IT, Hayu selalu menceritakan kepada Tjiputra. "Kalau untuk payment, sistem IT ini sudah banyak digunakan, tapi jika untuk event, baru kali ini saya buat,” tuturnya.

Tjiputra hanya butuh waktu dua minggu untuk mereka-reka aplikasi tersebut. Pengoperasian aplikasi itu, ungkap Tjiputra, sengaja menggunakan Ipad, karena GKR Hayu dalam penyelenggaraan Pernikahan Ageng itu melibatkan Emax, distributor Mac Apple resmi di Indonesia.